Viral! Duda 73 Tahun di Maros Persunting Wanita 51 Tahun

489
ADVERTISEMENT

MAROS – Beberapa hari lalu, masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel), dihebohkan dengan aksi, Aman duda 60 tahun asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, berhasil mempersunting pujaan hatinya.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Dia mempersunting, Satrtika (21) gadis yang terpaut 39 tahun dengan dirinya.

Kali ini, jagad maya kembali dihebohkan oleh pernikahan seorang duda asal Kabupaten Maros. Betapa tidak, seorang kakek 73 tahun berstatus duda dengan wanita lajang berumur 51 tahun di Maros.

Pernikahan pasangan, H Baso dengan Baji itu, dilangsungkan dengan sederhana di rumah mempelai perempuan di Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Maros, Sulsel, Jumat (5/6) kemarin.

ADVERTISEMENT

Pasangan ini, bertemu ketika pihak keluarga laki-laki menggelar sebuah hajatan, yang kemudian berlanjut dengan perjodohan keduanya.

“Yang perempuan ini tante saya, memang tidak pernah menikah sebelumnya. Kalau Pak Haji ini cerai mati sama istrinya sekitar satu tahun lalu. Beliau warga Desa Samangki,” kata keponakan Baji, Herlina, seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (6/6/2020).

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

H Baso sendiri, diketahui memiliki delapan anak dari perkawinan pertamanya, bahkan telah memiliki puluhan cucu dan dua cicit.

Hanya saja, beberapa orang anaknya bekerja di luar wilayah Maros dan tidak ada lagi yang mengurusnya. “Ya mungkin karena anaknya sudah menikah semua dan sudah punya rumah sendiri-sendiri dan tidak ada yang urus. Makanya menikah lagi. Anaknya ada delapanorang, cucunya itu puluhan. Ada cicitnya dua,” lanjutnya.

Saat akad nikah digelar, mempelai perempuan diberi uang panai Rp 12,5 juta dan 200 kilogram beras.

Sementara untuk maharnya diberikan dua keping perhiasan emas seberat 4 gram. Setelah melangsungkan pernikahan, kedua mempelai lalu diboyong ke rumah mempelai laki-laki dengan diantar oleh pihak keluarga.

“Uang panaiknya itu uang Rp 12,5 juta sama beras. Kalau maharnya itu dua emas 4 gram. Karena acara sudah di sini, hari ini kita akan antar pengantinnya ke rumah mempelai laki-laki,” sebutnya.

Meski dilangsungkan secara sederhana, pesta pernikahan kedua mempelai ini berlangsung meriah karena banyak warga yang penasaran ingin melihat langsung keduanya duduk di pelaminan. Bahkan, saat mereka diantar ke rumah laki-laki, puluhan warga bersorak heboh. (*/Sya)

ADVERTISEMENT