SUNGGUH memilukan nasib dialami wanita ini bersama dua buah hatinya. Saat suaminya dinyatakan lulus seleksi PPPK, dia justru diceraikan. Padahal selama ini, sang isteri menemani suaminya berjuang dari nol hingga sukses menjadi pegawai pemerintah.

Wanita malang itu bernama Melda Safitri (33), atau akrab disapa Fitri. Kisahnya menjadi sorotan publik dan viral setelah videonya tersebar luas di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang diunggah akun Facebook Rita Sugiarti Ricentil Panggabean, terlihat Fitri meninggalkan rumah sewanya di Desa Siti Ambiya, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Utara, dua bulan lalu.

Video itu menunjukkan Fitri yang diantar tetangganya menaiki angkutan umum L300 bersama dua putrinya. Suasana haru tampak ketika para tetangga memberi semangat perpisahan. “Kau luruskan uratmu, buktikan kau bisa tanpa dia,” terdengar suara seorang ibu dalam video tersebut.

Dua bulan setelah perceraian, Fitri kini tinggal di rumah orang tuanya di Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Ia berjualan gorengan untuk menghidupi kedua putrinya.

Unggahan tersebut sontak viral dan memancing gelombang empati publik. Dalam waktu kurang dari 24 jam, video itu sudah dibagikan puluhan ribu kali, disertai ribuan komentar penuh haru dan kemarahan dari warganet.

“Sedih kali lihatnya, perempuan itu bahkan ngaku beli baju KORPRI suaminya pakai uang hasil dagang sendiri. Tapi malah ditinggalkan begitu saja,” tulis salah satu pengguna Facebook dengan emoji menangis.

Suasana video semakin mengiris hati — isak tangis sang ibu, dua anak kecil yang memeluknya erat, hingga puluhan tetangga yang ikut melepas kepergian mereka menaiki mobil L300, menjadi simbol luka batin seorang istri yang ditinggal saat suami menapaki tangga kesuksesan.

Video tersebut akhirnya sampai ke telinga Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA). Wakil Ketua Umum GERMAS PPA, Ricka Parlina, menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum dan psikologis bagi perempuan tersebut.

“Kasus ini tidak hanya menyangkut urusan rumah tangga, tapi juga menyangkut moral dan tanggung jawab sosial. Kami akan mendampingi korban agar mendapatkan keadilan,” tegas Ricka Parlina kepada iNewsPortalAceh.id.

Sementara itu, Kepala Desa Siti Ambia, Aswalun, membenarkan kabar perceraian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keretakan rumah tangga pasangan itu sudah terjadi jauh sebelum pengangkatan PPPK sang suami. “Benar, mereka sudah lama tidak akur. Jadi tidak bisa dipastikan apakah perceraian itu karena status PPPK atau bukan,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, memanggil mantan suami Melda yang viral karena diduga menceraikan istrinya dua hari sebelum pelantikan. Kepala BKPSDM Aceh Singkil, Azman, menyebutkan pihaknya akan memanggil pegawai tersebut untuk dimintai keterangan. (***)