MASAMBA–Dukungan terhadap perjuangan pemekaran Tana Luwu menjadi Provinsi Luwu Raya terus mengumandang dari berbagai kalangan. Salah satunya, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara (Lutra), Karemuddin mengajak seluruh masyarakat di Tanah Luwu, terkhusus di Kabupaten Luwu Utara, untuk ikut mendukung dan menyuarakan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Ajakan itu disampaikan Karemuddin saat menghadiri perayaan Natal yang diadakan Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) di Gereja Toraja Jemaat Salubua, Dusun Pateai, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Jumat lalu, 9 Januari 2026.
Hadir juga Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, Anggota DPRD Luwu Utara Dapil Tanalili Heriansa Efendi (Fraksi PAN), unsur pemerintah setempat, Danyon Yonif TP 872 Andi Djemma, pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT), serta anggota IKAT se-Kabupaten Luwu Utara.
Natal yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai iman, kasih, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Eltris Cafe Palopo Tempat Nongkrong Bagi Semua Kalangan, Ini Keunggulannya Bikin Pengunjung Betah
Karemuddin dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh jemaat dan keluarga besar IKAT. “Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga damai Natal melahirkan cinta kasih dalam kehidupan kita, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Karemuddin menyinggung sejarah Tana Luwu sebagai wilayah yang pernah menjadi bangsa besar dan kini menjadi bagian yang utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, Tana Luwu adalah bangsa besar di masa lalu dan hari ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI.
Untuk itu, kata dia, Tanah Luwu yang tidak terpisahkan dari NKRI, salah satu daerah di Indonesia tengah menuntut kemandirian dalam bingkai Provinsi. “Tak ada salahnya dan sah-sah saja, kalau kita para Wija To Luwu memperjuangkan daerah kita menjadi provinsi. Perjuangan ini patut didukung semua pihak, terkhusus para Wija To Luwu dimana pun berada,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Karemuddin juga memohon doa dan dukungan keluarga besar IKAT untuk berbagai program dan rencana pembangunan daerah di Luwu Utara ke depan.
Tersisa Satu Dewas, Andi Enceng Ajak Karyawan Perumda TM Palopo Berkolaborasi Majukan Perusahaan
“Keluarga yang besar akan melahirkan masyarakat yang hebat, dan masyarakat yang hebat akan melahirkan bangsa yang besar. Dari keluargalah kita mulai menghadirkan Tuhan dalam kehidupan,” katanya.
Masih dalam kesempatan tersebut, Karemuddin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika masih terdapat program pembangunan yang belum sepenuhnya terealisasi. “Bersama Bupati dan Wakil Bupati, kami mohon maaf jika masih ada yang belum dapat kami tuntaskan. Namun kami, wakil rakyat dan pemerintah daerah, siap terus bekerja untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile menyampaikan ucapan selamat Natal dari Bupati Luwu Utara yang berhalangan hadir karena tengah menjalankan tugas di Makassar.
Ia menegaskan bahwa Luwu Utara merupakan daerah majemuk dengan beragam latar belakang suku dan agama, namun tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan. “Luwu Utara terdiri dari berbagai latar belakang agama dan suku. Sebagai makhluk sosial, setiap agama diberikan ruang untuk menjalankan ibadahnya dengan aman dan damai,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jumail juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Provinsi Luwu Raya. “Apa yang disampaikan Pak Wakil Ketua DPRD tentang Provinsi Luwu Raya membuat kita harus berpikir jauh ke depan. Mungkin sudah saatnya kita mandiri, dan saya secara pribadi menyatakan mendukung hal itu,” tegasnya.
Menurutnya, Luwu Utara sebagai bagian dari Tanah Luwu memiliki potensi besar dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. “Luwu Utara adalah daerah yang sangat potensial. Sudah saatnya kita lebih proaktif agar tidak tertinggal,” pungkasnya.
Perayaan Natal IKAT ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas suku dan agama di Kabupaten Luwu Utara. (anggi)

