18 Jembatan dan 21 Jalan di Luwu Ambruk Tersapu Banjir Tanah Longsor

103
Foto: Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kabupaten Luwu, Yusuf Kaya, Rabu (22/5/2024) dalam rapat koordinasi di ruang Komisi III DPRD Luwu.
ADVERTISEMENT

BELOPA — Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada 3 Mei 2024 lalu merusak puluhan hektar lahan perkebunan, persawahan, dan tambak masyarakat.

Selain merusak lahan pertanian dan perikanan masyarakat. Banjir bandang juga memutus akses jalan masyarakat, sedikitnya ada 18 jembatan terdampak alias ambruk tersapu banjir dan longsor.

ADVERTISEMENT

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kabupaten Luwu, Yusuf Kaya, Rabu (22/5/2024) dalam rapat koordinasi di ruang Komisi III DPRD Luwu, memaparkan sejumlah kerusakan jalan jembatan karena dampak banjir bandang dan tanah longsor.

“Ada 18 jembatan terdampak (rusak ringan dan berat). Perbaikannya akan dilakukan dua jenis yaitu, rekonstruksi dan rehabilitasi,” kata Yusuf.

ADVERTISEMENT

Khusus perbaikan 18 jembatan tersebut, Dinas PUTR Luwu membutuhkan dana estimasinya kurang lebih 60 milyar. “Sudah dilakukan perhitungan estimasi dari ahli,” imbuh Yusuf.

Usai melaporkan kerusakan jembatan. Pihaknya kemudian mengungkapkan hal serupa, kerusakan sejumlah ruas jalan dan estimasi biaya yang dibutuhkan guna perbaikannya.

ADVERTISEMENT

“Khusus kerusakan jalan, ada 21 ruas jalan rusak dan membutuhkan estimasi anggaran perbaikannya kurang lebih 40 milyar,” pungkasnya.

Hanya saja tidak disebutkan sumber anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan dan jembatan tersebut. Yusuf kemudian mengatakan, Dinas PUTR Luwu akan melayangkan proposal ke balai jalan nasional untuk meminta jembatan bailey atau jembatan darurat sementara. (mat) 

ADVERTISEMENT