Luwu Timur Diguncang Gempa 44 Kali, Kepala BPBD Minta Relawan Siap Siaga

7072

Malili-Sepanjang tahun 2019, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, diguncang gempang sebanyak 44 kali. Gempa kadang terjadi pada waktu menjelang malam.

Kepla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, Zabur mengatakan jika hal tersebut harus dipahami dan juga harus diwaspadai.

Mengingat, di Kabupaten Luwu Timur terdapat jalur sesar matano yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bahaya bagi masyarakat.

Hal tersebut, dikatakan Zabur dalam kegiatan camping temu relawan dan pecinta alam Luwu Timur di tepian sungai Transmigrasi lorong 9, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, 24 hingga 25 Januari 2020.

“Dalam kurun waktu 2019, Luwu Timur diguncang gempa sebanyak 44 kali, dan ini adalah suatu sinyal yang harus dipahami dan diwaspadai, biasanya terjadi pada malam dan magrib,” katanya.

Selain itu, Zabur menjelaskan jika Bumi Batara Guru masuk dalam zona merah daerah rawan bencana di Sulawesi Selatan. Untuk itu, dirinya meminta kesiapsiagaan dari para relawan, SAR se-Luwu Timur, dan para Pencinta Alam.

“Hanya ada satu bencana alam yang tidak ada di Luwu Timur, yakni bencana alam gunug berapi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Luwu Timur Alpian mengajak pecinta alam kritis terhadap kondisi alam yang rusak di daerahnya.

“Sebelum jadi anggota DPRD, saya adalah anak pecinta alam, saya lihat mindset kita seperti fokus pada naik gunung dan sebagainya. Kita juga perlu kritis dengan lingkungan,” kata salah satu pendiri Komunitas Pecinta Alam di Kecamatan Wotu ini.

Sejumah kegiatan dilaksanakan dalam camping ini diantaranya dialog terkait sinergi anatar para relawan dari potensi SAR dan Pecinta alam, dalam menangani bencana.

Dalam kegiatan ini, juga menghadirkan sejumlah pemateri diantaranya, aktivis kemanusiaan, Suaib Laibe, Muh Nur, Andi Yayath Pangerang dan Madras Ambassong, anggota DPRD Luwu Timur, Alpian dan Kepala BPBD Luwu Timur, Muh Zabur dari unsur pemerintah. (*)