PALOPO–Polres Palopo, Sulawesi Selatan, mengerahkan ratusan personel gabungan dalam Apel Gelar Pasukan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Lapangan Apel Polres Palopo, Kamis (5/11/2026).

Sebanyak 300 peserta dari unsur TNI/Polri, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait mengikuti apel tersebut. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kesiapan lintas sektor dalam mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah Kota Palopo.

Apel dipimpin langsung Kapolres Palopo AKBP Arvin Hariyadi. Sementara itu, Walikota Palopo, Hj Naili Trisal diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Andi Poci.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat seragam Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, Amanat itu menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

Sejumlah langkah strategis menjadi perhatian, mulai dari pemetaan wilayah rawan bencana, peningkatan edukasi kepada masyarakat, hingga memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan.

Koordinasi dan komunikasi antarlembaga juga menjadi poin penting. Setiap instansi diminta menyiapkan posko penanggulangan bencana serta mengantisipasi berbagai tantangan, baik selama proses penanganan maupun setelah bencana terjadi.

AKBP Arvin Hariyadi menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal. “Melalui apel gelar pasukan ini, kita ingin memastikan seluruh personel, sarana dan prasarana benar-benar siap menghadapi potensi bencana alam,” ujar Arvin.

Ia mengatakan, sinergi antara TNI/Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan ketika bencana terjadi. “Diperlukan sinergi dan komunikasi yang kuat agar penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tambahnya.

Arvin juga mengingatkan pentingnya langkah antisipasi melalui edukasi kepada masyarakat, terutama warga yang bermukim di kawasan rawan bencana.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap potensi ancaman dan langkah penyelamatan diri saat situasi darurat perlu terus ditingkatkan. (***)