Kapten Khawatir Tularkan Penyakit, Jenazah ABK Asal Enrekang Dibuang di Tengah Laut

76532

KISAH pelaut asal Kabupaten Enrekang, Sulsel ini terbilang memilukan. Saat tengah berlayar mengais rejeki, dia sakit dan meninggal dunia. Jenazahnya dibuang di tengah laut karena crew kapal khawatir jenazah membusuk dan menularkan penyakit ke ABK lainnya.

Pelaut malang ini bernama Alfatah. Almarhum adalah warga Dusun Banca, Desa Bontongan, Kecamatan Baraka, Enrekang.

Informasi jenazah Alfatah dibuang ke laut beredar di media sosial (medsos) Instagram maupun Facebook. Salah satunya, kabar meninggalnya Alfatah diunggah di laman FB “Enrekang Dekat”, 18 Januari 2020 lalu.

Dalam laman ini, foto dan surat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI ikut diunggah.

Berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI yang beredar di medsos, Alfatah meninggal setelah sebelumnya mengalami sakit saat sedang melaut pada 18 Desember 2019.

Dalam surat itu disebutkan, sakit yang dialami Alfatah adalah kaki dan wajah bengkak, nyeri di dada dan napas pendek.

Kapten kapal sempat memberikan obat kepada Alfatah, namun kondisinya tak kunjung membaik.

Pada 27 Desember 2019 pukul 13.30 waktu setempat, Alfatah dipindahkan ke Kapal Long Xing 802 yang akan berlabuh di Samoa, sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik, lalu dibawa ke rumah sakit.

Namun, Alfatah meninggal delapan jam setelah dipindahkan ke kapal tersebut.

Dengan alasan daratan (negara Samoa) masih sangat jauh dan dikhawatirkan adanya penyakit menular yang bisa menjangkiti kru kapal lainnya, kapten kapal memutuskan membuang jenazah Alfatah ke laut tanpa sepengetahuan agen.

Dilansir dari TribunEnrekang.com Minggu (19/1/2020) malam, kabar tersebut dibenarkan keluarga almarhum, Khairil.

Khairil mengatakan, pihak keluarga telah menerima informasi resmi dari kementerian terkait kejadian yang menimpa sepupunya tersebut.

“Iye kak, jelas’mi itu infonya. Dia betul (Alm Alfatah), bahkan kemarin sudah salat jenazah di kampung,” ujarnya. (Iys)