Aktivis HMI Serukan Tolak Koruptor dan Pembohong Pimpin Sulsel

924
ADVERTISEMENT

MAKASSAR — Seruan menolak pembohong dan tukang korupsi memimpin Sulsel makin menggeliat dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari kalangan aktivis di Sulawesi Selatan.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Kandidat yang piawai berbohong maupun yang hobi korupsi, dinilai tidak pantas dijadikan pemimpin. Sebab jangan sampai, rakyat terus menjadi korban jika diberikan amanah.

ADVERTISEMENT

“Kalau seringkali ketahuan bohongnya, maka itu tidak cocok jadi pemimpin. Sangat bahaya jika menggampangkan sesuatu, baru belakangan ketika tersudut berusaha lepas tangan. Ini bukan tipikal pemimpin,” tegas Janwar Karim, aktivis mahasiswa sekaligus pengurus Badko HMI Sulselbar, Sabtu (19/5/2018).

Menurut dia, jika ada kandidat yang selalu berbeda pernyataan dan perbuatannya, maka sangat tidak pantas dijadikan pemimpin. Alasannya, tipikal seperti itu sangat mudah goyah pendiriannya.

ADVERTISEMENT

“Orang Sulsel itu harus punya pemimpin yang tidak suka plin-plan dalam bersikap. Artinya yang dibutuhkan pemimpin taro ada, taro gau. Bukan lain di mulut, lain di perbuatan,” tambahnya.

Selain “tukang bohong”, yang tidak layak diberikan kesempatan adalah mereka yang hobi korupsi. Pasalnya, jangan sampai diberi kesempatan lagi, penyakit lamanya kambuh, sehingga merugikan rakyat.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

“Kalau punya pengalaman korupsi, kita khawatirkan jika diberi kesempatan, penyakit lamanya kambuh. Ini yang mesti dijadikan pertimbangan,” terangnya.

Ia menaruh harapan, mereka yang piawai membohongi rakyat maupun melakukan korupsi, sepantasnya diberikan efek jera dengan cara tidak memberikan ruang, seperti di momen Pilkada.

“Kita imbau masyarakat agar tidak salah menentukan pilihan di Pilkada serentak. Jangan terbuai dengan janji dan pencitraan. Kita harus mempelajari rekam jejaknya,” pungkas Janwar yang juga pengurus KNPI Kota Makassar. (adn)

ADVERTISEMENT