– Perumda TM Butuh Penambahan Kapasitas Produksi Sekitar 150 Liter/Detik dan Pembenahan Intake
Walikota Palopo, Hj Naili Trisal tengah memperjuangkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat untuk mengatasi ancaman krisis air bersih di kota bermotto ‘Idaman’ ini. Walikota Naili berharap, sokongan anggaran Pemeritah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI dapat membantu Pemkot Palopo melalui Perumda Tirta Mangkaluku (Perumda TM) Palopo mengatasi ancaman krisis air bersih bagi puluhan ribu warga.
Diawal masa pemerintahan ‘Palopo Baru’, krisis air bersih menjadi persoalan serius yang mulai mendapat perhatian Walikota Naili. Sebab, setelah menelusuri penyebab krisis air bersih olahan Perumda TM Palopo, ditemukan setidaknya tiga persoalan serius.
Pertama, selama lima tahun terakhir ini, kapasitas produksi air bersih yang dihasilkan 5 Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Perumda TM Palopo tidak mengalami penambahan. Masalah kedua, tingkat NRW atau Non-Revenue Water terus bertambah dalam lima tahun terakhir ini, sehingga meningkatnya NRW memicu kerugian besar bagi Perumda TM Palopo.
Selamat, Muchammad Ichsan Lussa Dilantik Jabat Direktur Perumda Tirta Bukae, Ini Pesan Bupati Lutra
Dan masalah ketiga, catchment area yang selama ini menjadi sumber air baku di lima Intake milik Perumda TM Palopo mengalami kerusakan parah. Catcment area adalah daerah tangkapan air PDAM. Nah, kerusakan catcment area yang jadi sumber air baku Perumda TM Palopo sangat serius karena langsung mengancam ketersediaan dan kualitas air baku untuk diolah jadi air bersih.
Menyadari tiga masalah serius yang dihadapi manajemen Perumda TM Palopo, Walikota Naili bersama Direktur Perumda TM Palopo, Steven Hamdani dan Ketua Dewan Pengawas, Andi Enceng, terus melakukan lobi bantuan anggaran melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI.
Upaya yang dilakukan Walikota Naili bersambut. Bersama pihak terkait, Walikota Naili dan Direktur Perumda TM Palopo telah melakukan ekspose kondisi air baku, kapasitas produksi 5 IPAM Perumda TM Palopo di Balai Balai Prasarana Permukiman yang dibawahi langsung Kementerian Pekerjaan Umum. Ekspose yang berlangsung dua kali itu, ekspose terakhir hari Selasa (6/10/2026), terkait pengusulan peningkatan dan perluasan 3 IPAM kapasitas 120 liter per detik di Latuppa, Bambalu, dan Batupapan.
“Iya, Alhamdulillah, upaya yang kita lakukan ini sambutan positif Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Balai Prasarana Permukiman. Kami telah mengadakan ekspose. Mudah-mudahan Pemerintah Pusat membantu kita mengatasi berbagai persoalan air bersih ini, terutama penambahan kapasitas air bersih produksi Perumda TM Palopo,” kata Walikota Naili di Makassar, usai mengikuti ekspose, Selasa (6/10/2026).
Sesuai usulan tersebut, Walikota Naili menyebut, ada 3 dari 5 IPAM yang dimiliki Perumda TM Palopo direncanakan ditambah kapasitasnya. Penambahan kapasitas produksi tersebut diusulan 150 liter/detik.
Untuk penambahan kapasitas produksi air bersih 3 IPAM tersebut, usulan bantuan anggarannya diatas Rp60 miliar. “Semoga usulan ini mendapat persetujuan Pusat, sehingga penambahan kapasitas produksi air bersih Perumda TM Palopo bisa dilakukan tahun 2027 mendatang,” katanya.
Tak hanya itu, Walikota Naili juga bersama Direktur Perumda TM Palopo, Steven Hamdani, Dewan Pengawas Andi Enceng, termasuk sejumlah Anggota DPRD Palopo dari Komisi III, mengadakan juga ekspose di Balai BBWS Pompengan Jeneberang terkait pengusulan 2 Intake Air Baku dan Pipa Transmisi Perumda TM Palopo di Latuppa dan Batupapan.
“Berbagai upaya ini bertujuan agar Pusat membantu Pemkot Palopo membenahi Perumda TM Palopo, terkait penyediaan air bersih bagi masyarakat. Ini tanggungjawab pemerintah,” kata Walikota Naili.
Derita ASN di Luwu Timur, Kodong Wajib Beli Kain Batik Rp580 Ribu hingga Pin Sangka Batara Rp85 Ribu
Diketahui, upaya Walikota Naili melobi Pusat untuk pembenahan Perumda TM Palopo sebelumnya telah membuahkan hasil. Pemkot Palopo melalui Perumda TM telah menerima bantuan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebesar Rp24 miliar lebih. Dari total anggaran tersebut, nilai yang terkontrak sebesar Rp20,4 miliar lebih.
Dana sebesar itu digunakan untuk rehabilitasi jaringan air baku Battang Bambalu di Jalan Poros Palopo-Toraja KM 15-18 sepanjang sekitar 4 Km di Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Titik krusial pekerjaan berada sepanjang 3,1 KM. Selain penggantian pipa PVC ke pipa GIP, pekerjaan juga mencakup perbaikan lantai bendung intake air baku.
Dikatakan Walikota Naili, jika usulan permohonan bantuna dana Pusat untuk penambahan kapasitas produksi 3 dari 5 IPAM milik Perumda TM Palopo disetujui Kementerian Pekerjaan Umum RI, sebesar 150 liter per detik, ancaman krisis air bersih di Kota Palopo akan teratasi. “Kapasitas produksi 5 IPAM yang ada saat ini sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 47 ribu lebih pelanggan Perumda TM Palopo,” kata Walikota Naili.
Belum lagi, lanjut dia, ribuan calon pelanggan yang sudah masuk dalam daftar tunggu tidak akan terlayani jika kapasitas produksi air bersih Perumda TM Palopo tidak ditambah tahun 2027 mendatang. “Doakan semoga usulan ini mendapat persetujuan Pusat. Palopo butuh bantuan dana Pusat mengatasi ancaman krisis air bersih,” kata Walikota Naili. (***)

