PALOPO–Fakultas Kedokteran Universitas Kurnia Jaya Persada (UKJP) Palopo, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan perkembangan sejak pertama kali menerima mahasiswa pada tahun 2024. Hingga tahun ketiga penerimaan mahasiswa, jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi terus mengalami peningkatan.
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UKJP, dr. Andi Pabenggari, Sp.Rad., M.Kes, mengatakan Fakultas Kedokteran UKJP Palopo saat ini menyediakan tiga jalur seleksi bagi calon mahasiswa baru untuk penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun akademik 2027/2028, yakni jalur pra-reguler, reguler, dan pasca-reguler.
Untuk jalur pra-reguler, jelas dr Andi Pabenggari, seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan dokumen akademik calon mahasiswa, termasuk nilai rapor serta berbagai prestasi yang dimiliki. “Prestasi tersebut dapat berupa sertifikat kejuaraan olahraga, olimpiade maupun prestasi lainnya yang dapat menjadi pertimbangan dalam proses seleksi,” katanya.
Sementara jalur reguler menerapkan sistem seleksi melalui tes. Calon mahasiswa harus mengikuti beberapa tahapan, mulai dari tes kemampuan akademik berbasis Computer Based Test (CBT), wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.
Adapun jalur pasca-reguler diperuntukkan bagi calon mahasiswa melalui mekanisme afirmasi atau rekomendasi dari daerah. Jalur tersebut memungkinkan pemerintah atau pihak terkait di daerah mengirimkan siswa berprestasi dan dinilai memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan kedokteran.

Menurut dr Andi Pabenggari, peningkatan jumlah mahasiswa yang diterima juga menunjukkan adanya perkembangan minat terhadap Fakultas Kedokteran UKJP. Terbukti, sejak izin operasional diperoleh pada 2024, sebanyak 19 mahasiswa dinyatakan lulus seleksi pada tahun pertama. Jumlah tersebut meningkat menjadi 31 mahasiswa pada 2025, kemudian kembali bertambah menjadi 38 mahasiswa pada 2026.
Dari sisi fasilitas, Fakultas Kedokteran UKJP Palopo juga terus melakukan pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran. Fakultas tersebut sebelumnya telah memperoleh akreditasi dengan peringkat baik untuk masa berlaku tiga tahun dan saat ini tengah menjalani proses reakreditasi.
dr. Andi menyebut fasilitas pembelajaran yang tersedia saat ini mencakup ruang kelas, laboratorium anatomi basah dan kering, laboratorium biomolekuler, hingga laboratorium kedokteran komunitas. “Selain itu, fakultas juga tengah mengembangkan fasilitas klinik simulasi serta merencanakan pembangunan klinik pratama sebagai bagian dari persiapan mahasiswa sebelum memasuki lingkungan pelayanan kesehatan,” urainya.
Kelengkapan fasilitas tersebut bahkan dimanfaatkan oleh pihak eksternal. Sejumlah sekolah dari luar daerah maupun perguruan tinggi disebut menggunakan fasilitas UKJP untuk kegiatan tertentu, termasuk pelaksanaan tes kemampuan akademik berbasis komputer maupun kegiatan praktikum dan komputerisasi.
Fakultas Kedokteran UKJP Palopo saat ini memiliki dua program studi, yakni Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter.
Menurut dr. Andi, Fakultas Kedokteran UKJP Palopo memiliki visi untuk menjadi salah satu fakultas kedokteran unggulan di kawasan Indonesia Timur dengan kekhasan pada bidang kedokteran komunitas dan pencegahan penyakit.

“Pendekatan tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami aspek kuratif atau pengobatan terhadap pasien secara individual, tetapi juga memiliki perhatian terhadap upaya promotif dan preventif di masyarakat,” kata dr Andi Pabenggari.
Salah satu fokus yang dikembangkan adalah kedokteran komunitas, termasuk perhatian terhadap penyakit-penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah.
Terkait lulusan yang telah memasuki dunia kerja, dr. Andi menjelaskan bahwa Fakultas Kedokteran UKJP belum memiliki lulusan dokter karena program tersebut baru memasuki tahun ketiga. Mahasiswa angkatan pertama yang diterima pada 2024 saat ini baru berada di semester lima, sehingga belum memasuki tahap kelulusan dan profesi dokter.
Ia berharap perkembangan Fakultas Kedokteran UKJP ke depan dapat menghasilkan tenaga dokter yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Luwu Raya dan kawasan Indonesia Timur.
Ia juga mengajak siswa kelas XII SMA yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi agar mempertimbangkan Fakultas Kedokteran UKJP. Menurutnya, berbagai fasilitas pembelajaran dan sarana pendukung telah disiapkan untuk menunjang proses pendidikan mahasiswa. (putri)

