PALOPO–Dosen dan mahasiswa STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo, Sulawesi Selatan, melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) melalui pengembangan dan implementasi awal LENTERA-GIZI (Layanan Terpadu Keperawatan dan Gizi) di Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo.
LENTERA-GIZI dikembangkan sebagai model layanan kolaboratif untuk memperkuat keterpaduan pelayanan keperawatan dan gizi di tingkat pelayanan
kesehatan primer. Program ini diarahkan agar proses pengkajian, skrining, edukasi, pemantauan dan tindak lanjut pasien dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari perancangan, diskusi, Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), penyusunan instrumen, pelatihan, simulasi hingga implementasi awal.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan Puskesmas Wara Utara Kota dilibatkan secara aktif sejak proses pengembangan hingga penerapan awal model. Pihak Puskesmas memberikan masukan berdasarkan kondisi pelayanan di lapangan serta mengikuti pelatihan dan simulasi penerapan LENTERA-GIZI.
Selamat, Muchammad Ichsan Lussa Dilantik Jabat Direktur Perumda Tirta Bukae, Ini Pesan Bupati Lutra
Model ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pelayanan keperawatan dan gizi yang telah berjalan di Puskesmas, tetapi untuk memperkuat integrasi dan koordinasi kedua aspek pelayanan dalam mendukung pelayanan yang lebih terpadu dan berorientasi pada kebutuhan pasien serta keluarga.

Melalui LENTERA-GIZI, alur pelayanan diarahkan mulai dari penerimaan pasien, pengkajian kesehatan, skrining dan pengkajian gizi, edukasi atau
konseling, intervensi sesuai kebutuhan, pemantauan hingga tindak lanjut.
Selain menghasilkan model layanan, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah perangkat pendukung berupa SOP LENTERA-GIZI, instrumen skrining dan
pemantauan serta materi edukasi kesehatan dan gizi. Perangkat tersebut diperkenalkan kepada tenaga kesehatan melalui kegiatan pelatihan dan simulasi sebelum dilakukan implementasi awal.
Program ini juga melibatkan mahasiswa bidang keperawatan dan gizi. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran kolaboratif
sehingga mereka memperoleh pengalaman mengenai penerapan kolaborasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan primer.
Tim pelaksana menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan primer tidak hanya berkaitan dengan kondisi klinis pasien, tetapi juga perlu memperhatikan status gizi, perilaku kesehatan serta kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan di rumah. Karena itu, kolaborasi antara aspek keperawatan dan gizi menjadi salah satu bagian penting yang diperkuat melalui LENTERA-GIZI.

Implementasi awal program menunjukkan adanya penguatan koordinasi antara aspek keperawatan dan gizi serta memberikan pengalaman praktik kolaboratif bagi mahasiswa. Namun, kegiatan ini masih merupakan tahap awal sehingga dampak jangka panjang terhadap indikator kesehatan dan gizi masih memerlukan monitoring dan evaluasi lebih lanjut.
Ke depan, LENTERA-GIZI diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pemantapan SOP dan instrumen, monitoring penerapan serta evaluasi secara
berkelanjutan sehingga dapat mendukung penguatan mutu pelayanan kesehatan primer di Puskesmas.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) tahun 2026 ini dilaksanakan oleh STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo bersama
Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo.
Derita ASN di Luwu Timur, Kodong Wajib Beli Kain Batik Rp580 Ribu hingga Pin Sangka Batara Rp85 Ribu
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan
program, STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo, Puskesmas Wara Utara Kota Palopo, seluruh tenaga kesehatan yang terlibat, mahasiswa
Keperawatan dan Gizi, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan LENTERA-GIZI.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, waktu, tenaga dan kontribusi selama proses perancangan,
FGD, pelatihan, simulasi hingga implementasi awal program. Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan,
LENTERA-GIZI diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun pelayanan kesehatan primer yang semakin terpadu, kolaboratif, berorientasi
pada pasien dan keluarga, serta berkelanjutan. (putri)

