PALOPO–Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Sulawesi Selatan, terus memperkuat strategi promosi sekaligus mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Dekan FEB UMPalopo, Dr. Antong, S.E., M.Si., CPIA., CTA., ACPA, mengatakan, strategi pengenalan fakultas kepada calon mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui promosi penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Salah satunya melalui program Campus Goes to School, yakni dosen FEB UM Palopo hadir dan mengajar langsung di sekolah.

“Kegiatan promosi itu bukan hanya bagaimana kita menerima mahasiswa, tetapi melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak. Itu juga menjadi bagian dari strategi promosi kita,” jelas Dr. Antong.

Menurutnya, kehadiran dosen di sekolah tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan FEB UM Palopo, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan memberikan gambaran kepada siswa mengenai dunia perguruan tinggi serta bidang ekonomi dan bisnis.

Selain mendatangi sekolah, FEB UM Palopo juga membuka kesempatan bagi siswa SMA dan SMK untuk berkunjung langsung ke lingkungan kampus melalui program Open Faculty.

Dalam program tersebut, siswa dapat mengenal lebih dekat lingkungan akademik FEB UM Palopo sekaligus melihat dan mencoba berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Mulai dari laboratorium akuntansi hingga fasilitas pembelajaran yang berkaitan dengan manajemen dan bisnis digital diperkenalkan kepada siswa.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada calon mahasiswa mengenai suasana belajar di perguruan tinggi sekaligus membantu mereka mengenali bidang keilmuan yang sesuai dengan minat dan potensinya.

Di sisi pembelajaran, Dr. Antong menjelaskan bahwa FEB UM Palopo terus melakukan pengembangan kurikulum dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Pendekatan ini menitikberatkan pada capaian pembelajaran dan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Dengan pendekatan OBE, proses pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada aktivitas mahasiswa di dalam kelas. Mahasiswa juga didorong untuk terlibat langsung dalam berbagai proyek dan kegiatan lapangan yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing.

Salah satu metode yang diterapkan adalah Project Based Learning. Melalui metode ini, mahasiswa diberikan proyek nyata sehingga teori yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan secara langsung dalam situasi di lapangan.

Pada Program Studi Akuntansi, misalnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyusunan laporan keuangan, tetapi juga diberikan proyek untuk menganalisis dan menyusun laporan keuangan suatu perusahaan.

“Setengah semester pembelajaran konsep di kelas, setelah UTS setengah semester berikutnya langsung project. Mereka memilih perusahaan dan menjadikan kasus tersebut sebagai proyek. Jadi mereka melihat langsung dan bekerja langsung di lapangan,” jelas Dr. Antong.

Menurutnya, pola pembelajaran tersebut penting untuk membentuk lulusan yang memiliki kemampuan praktis sekaligus mampu beradaptasi dengan persoalan yang dihadapi di dunia nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan menganalisis masalah, mengambil keputusan, bekerja dengan objek nyata, serta menghasilkan solusi berdasarkan bidang keilmuan yang dipelajari.

Dr. Antong menegaskan, orientasi pendidikan di FEB UM Palopo tidak semata-mata diarahkan agar lulusan mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan studi. Lebih dari itu, lulusan diharapkan mampu menciptakan nilai bagi dirinya sendiri, masyarakat, maupun lingkungan.

“Lulusan sekarang bukan hanya diperuntukkan supaya bisa bekerja di luar. Itu stigma lama. Harapan kita bagaimana lulusan bisa menciptakan nilai bagi diri mereka, masyarakat maupun lingkungan,” katanya.

Melalui integrasi antara program Campus Goes to School, Open Faculty, kurikulum berbasis OBE, serta penerapan Project Based Learning, FEB UM Palopo berupaya membangun proses pendidikan yang lebih kontekstual.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FEB UM Palopo dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadapi tantangan dunia kerja, menciptakan peluang, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (putri)