BISA Smart City, Siaga Bencana Berbasis Deteksi Dini Bakal Dibangun Pemda Luwu Utara

37
Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City tahap IV, Kamis (8/9/2022), di Ruang Media Center Diskominfo. (Dok. Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

Luwu Utara — Saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara tengah menyusun masterplan BISA Smart City. Bimbingan teknis (bimtek) sebagai langkah awal untuk menghasilkan masterplan Smart City yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan daerah, juga telah dilakukan sebanyak tiga kali dari empat tahapan bimtek.

Hal ini menunjukkan keseriusan Pemda Luwu Utara di dalam mendukung program Gerakan 100 Smart City di Indonesia. Diketahui, Luwu Utara menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk menyusun Masterplan Smart City, di mana semua tata kelola pemerintahan di Kabupaten Luwu Utara nantinya harus dilakukan melalui pendekatan smart city.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, Luwu Utara dianggap bisa menerapkan smart city,” ucap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Luwu Utara (Diskominfo SP), Arief R. Palallo, saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City tahap IV, Kamis (8/9/2022), di Ruang Media Center Diskominfo.

Arief mengatakan, dalam penyusunan masterplan Smart City ini nantinya akan ditentukan program-program unggulan yang menjadi quick win dari enam dimensi smart city yang diharapkan bisa terealisasi dalam satu – dua tahun ke depan (2022 – 2023). “Nah, rapat hari ini untuk mem-finalkan program kita dalam satu sampai dua tahun ke depan,” katanya.

Satu program unggulan yang diharap terealisasi 1 – 2 tahun adalah penguatan masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana berbasis real time dan deteksi dini. “Rencana besar satu tahun ke depan yang ingin diwujudkan sejalan dengan RPJMD dan 5 BISA, yaitu deteksi dini (early warning system) serta rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana pada titik-titik tertentu pada sungai Masamba,” jelas Arief.

Program tersebut, ungkap Arief, adalah distribusi informasi yang masif melalui sistem aplikasi terhadap seluruh masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di wilayah-wilayah rawan bencana atau masyarakat yang ada di sekitar sungai atau bantaran sungai Masamba, seperti dalam bentuk SMS Blast. Di mana setiap informasi langsung sampai ke masyarakat.

“Ini kita harapkan terbangun dalam satu-dua tahun ke depan, khususnya untuk masyarakat yang ada di sekitar sungai atau bantaran sungai, yaitu adanya deteksi dini melalui SMS Blast,” terangnya. Untuk mewujudkan hal ini, Arief berharap kepada BMKG yang juga masuk jajaran Dewan Kota Cerdas untuk mendukung program tersebut.

“Kami ingin mencoba ini, dan semoga ini bisa terbangun secepatnya, maka dari itu keberadaan teman-teman BMKG bisa men-support ini, dan saya yakin mereka punya sistem aplikasi yang dapat mendukung program early warning system di Luwu Utara, sehingga informasinya tersebar luas sampai ke masyarakat yang ada di bantaran sungai,” imbuhnya.

Rakor kali ini juga dihadiri oleh beberapa Tim Pelaksana BISA Smart City Luwu Utara, di antaranya Dinas PMD, DP2KUKM, Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan dari Bandara Andi Djemma Masamba. (LH)

ADVERTISEMENT