Divaksin Hari Rabu, Jokowi Ternyata Doyan Berkegiatan Penting di Hari yang Sama dengan Hari Lahirnya Itu, Apa Maknanya?

363
ADVERTISEMENT

JAKARTA–Semua hari itu baik. Tapi buat sebagian orang, ada hari tertentu yang dianggap paling istimewa.

Mungkin seperti Presiden Jokowi yang kerap dianggap lebih memilih hari Rabu sebagai hari yang punya makna khusus, apalagi ia ternyata lahir pada hari Rabu.

ADVERTISEMENT

Presiden ke-7 Indonesia ini memang cukup dekat dengan hari Rabu.

Berikut fakta kesukaan Jokowi dalam mengambil keputusan dan berkegiatan penting tepat di hari Rabu:

ADVERTISEMENT
  • Saat masih memimpin Indonesia bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jokowi beberapa kali melakukan perombakan kabinet pada hari Rabu.
  • Jokowi pernah merombak (reshuffle) Kabinet Kerja jilid 1, Rabu 12 Agustus 2015,
  • Reshuffle Kabinet Kerja jilid 2, Rabu 27 Juli 2016.
  • Saat sebelum diumumkan menjadi bakal calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Jokowi berangkat ke Blitar dan bersama Ketua Umum PDI P nyekar di makam Bung Karno, Rabu, 12 Maret 2014.
  • Perombakan kabinet (reshuffle) yang ketiga dilakukan Rabu Pahing 17 Januari 2018.
  • Lalu ada Reshuffle jilid 4, pada Rabu Pahing 15 Agustus 2018
  • Pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution juga dilaksanakan pada Rabu 8 November 2017.
  • Jokowi dan Iriana juga melangsungkan pernikahan pada Rabu, 24 Desember 1986.
  • Jokowi sebelumnya juga pernah melakukan pertemuan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Rabu, 22 Mei 2019 usai pencoblosan Pilpres tahun 2019 lalu.
  • Jokowi divaksin jenis Sinovac, Rabu wage, 13 Januari 2021, tepat hari ini.

Jokowi sendiri lahir lahir pada Rabu, 21 Juni 1961. Hari ini dalam tradisi Jawa memiliki makna khusus.

“Rabu itu kan hari tengah-tengah di antara minggu sampai sabtu, hari raja. [Rabu diyakini] lebih aman, halangan, risiko lebih kecil,” kata Ki Wongso Wijoyo, ahli astrologi dilansir Koran Seruya dari CNN Indonesia.

ADVERTISEMENT

Namun, ini lebih pada pengertian atau keyakinan secara global, imbuh Ki Wongso. Buat orang Jawa, pemilihan waktu juga berdasarkan pada hari pasaran Jawa.

Bila kalender umum memiliki tujuh hari, yaitu Senin sampai Minggu, dalam kalender Jawa, dikenal lima hari pasaran yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage. Sehingga, setiap hari Rabu bisa memiliki makna berbeda.

Merujuk kitab Primbon Jawa, orang yang lahir pada weton Rabu Pon, penuh keberuntungan, sangat berhati-hati saat mengambil keputusan, dan memiliki keterampilan sosial tinggi.

Begini Kata Rocky Gerung

Rocky Gerung menanggapi terkait Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang disuntik vaksin Covid-19 merek Sinovac pada Rabu, 13 Januari 2021 hari ini.

Hal tersebut disampaikan sang pengamat politik tersebut dalam akun Youtube Rocky Gerung Official yang diunggah pada 11 Januari 2021.

Dalam bincang-bincang tersebut, Jokowi disebut selalu memilih hari Rabu sebagai kebiasaannya dalam melaksanakan suatu acara penting.

Terlihat saat Jokowi melakukan pelantikan menteri baru yang bertepatan pada Rabu 23 Desember 2020 lalu.

Diketahui pula, bahkan lahirnya Jokowi tepat pada hari Rabu, serta menikah dengan sang istri, Iriana pun hari Rabu.

“Mungkin mesti melakukan tapabrata untuk mengerti apa artinya Rabu bagi Presiden, sebagai upaya untuk mencari solusi dengan mendengar bisikan alam semesta,” tutur Rocky Gerung.

“Padahal Covid ini seharusnya jadi dengar saja bisikan BPOM gitu kan, kalo kata BPOM belum bisa terus pak Jokowi bilang menurut pendengaran metafisik saya harus hari Rabu,” sambungnya.

Di sisi lain, Rocky Gerung juga menilai jika BPOM akan dipaksa untuk melakukan proses analisis, namun percepatan akan terjadi kekeliruan.

“Jadi BPOM akan paksa mempercepat proses analisis, supaya otorisasi itu hari Rabu, percepatan itu akan terjadi kekeliruan karena dipaksakan itu harus Rabu itu,” tambah Rocky Gerung.

“Ini bahayanya Pemerintah tidak tunduk pada prosedur penelitian ilmiah itu,” tutur Rocky Gerung.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Twitter)

Ridwan Kamil Setelah Disuntik Vaksin Sinovac Dua Kali, Hanya Rasakan Kantuk, Tidak Berubah Jadi Spiderman, “Si Otong” tidak Bertambah Panjang

BANDUNG–Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku sudah disuntik vaksin Sinovac sebanyak dua kali.

Itu sebabnya, dia tak bisa ikut untuk penyuntikan vaksin kali ini, yang dimulai resmi pada Rabu 13 Januari 2021.

“Saya, Pak Pangdam dan Pak Kajati, dan Pak Rudy tidak bisa ikutan karena kami sudah disuntik dua kali vaksinnya Bio Farma. Jadi alasannya sederhana,” kata Ridwan Kamil usai rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Senin (11/1/2021) lalu.

Ridwan Kamil lantas membeberkan efek samping yang dirasakannya setelah dua kali disuntik vaksin Sinovac.

Meski penjelasannya tak terlalu detail, Emil mengaku bahwa bulan Februari 2021 ini hasil dari vaksinasi yang telah diterimanya akan dilaporkan Bio Farma ke BPOM.

“Bocorannya sementara hasilnya baik. Tapi definisi klinisnya bukan kewenangan saya. Kalau ditanya sebagai pribadi lah ya saya usia 49, hanya linu dan pegal selama satu jam,” ucap Emil melansir Kompas TV.

“Jadi itu, saya jujur apa adanya, karena jarumnya tidak kecil, kalau jarum ngambil darah memang kecil tapi kalau jarum yang vaksin agak besar sedikit.”

Emil pun mengaku merasakan kantuk saat jelang Magrib. Ia pun sempat mengkhawatirkan ada bengkak dan demam, namun ternyata hal itu tak terjadi.

“Biasanya tidak pernah (mengantuk). Jadi dulu kekhawatiran ada bengkak ternyata tidak, kekhawatiran ada demam tidak juga, kekhawatiran badan berubah apalagi berubah menjadi warna hijau atau Spiderman tidak ada,” ucapnya.

Tidak ada demam, tidak ada bengkak, tidak nambah panjang si otong dan tidak berubah jadi Hulk atau apapun yang selama ini banyak dikhawatirkan mereka yang terkena hoax. Efek baik: badan merasa lebih sehat, nafsu makan naik dan nafsu julid turun.

#JabarSiapVaksinasi

Vaksin Biofarma yg saya blm diproduksi. Tahap 1 minggu ini yg akan digunakan adlh Sinovac yg dibeli lgsg setelah berhasil menjalani 3 tes di Brazil (78% efikasi) & Turki (90% efikasi). Tahap 2-3 baru pake vaksin Biofarma/Pfizer/Astra Zenica. Semua sama.

Mari bela negara dengan menjauhi potensi menjadi penular covid-19 yang membahayakan masyarakat dengan mengikuti vaksinasi dengan sukarela .

Vaksin hanya metode pengurang wabah. Tetap jalankan metode 3M dalam keseharian kita..

Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan pesan tersebut melalui akun twitternya dengan tujuh potongan tulisan di setiap postingannya.

Tak lupa ia membuat tagar #JabarSiapVaksinasi.

(iys)

ADVERTISEMENT