Innalillahi! Dokter Perempuan di Bulukumba Ini Meninggal Dunia Diduga Setelah Vaksinasi Ketiga

902
Alm Andi Yuwardani Makmur
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Dunia kedokteran di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berduka.
Seorang dokter perempuan rumah sakit di Bulukumba bernama Andi Yuwardani Makmur meninggal dunia, diduga usai menerima vaksin ketiga atau booster.

Dinas Kesehatan dan IDI Sulsel telah menurunkan Tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) untuk melakukan investigas.

ADVERTISEMENT

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel membenarkan Dr Andi meninggal dunia setelah vaksinasi ketiga. Namun, IDI Sulsel akan melakukan pengkajian penyebab dr Andi meninggal dunia. “Iya benar meninggal,” kata Ketua IDI Sulsel, Ichsan Mustari kepada wartawan di Makassar, Rabu (25/8/2021).

IDI Sulsel, kata dia, masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tingkat kabupaten dan provinsi setelah dr Andi meninggal usai mendapatkan vaksinasi tahap ketiga.

ADVERTISEMENT

“Saya kira saat ini tim KPI melakukan investigasi tentu, karena begitu memang prosedurnya kalau ada dugaan itu tim KIPI Kabupaten dan KPI Provinsi melakukan investigasi,” kata Ichsan.

Pihak KIPI disebut akan menelusuri soal apakah benar meninggalnya Andi Yuwardani meninggal setelah mendapatkan vaksinasi ketiga, dan apakah penyebab meninggalnya bagian dari efek vaksinasi.

ADVERTISEMENT

“Melihat sejauh ini mana kejadian itu. Artinya, kita kan mesti cari dulu, investigasi. Sejak awal vaksinasi telah dibentuk tim kejadian awal. Rekomendasi-rekomendasi akan diberikan karena kita tahu sendiri vaksinasi COVID kan vaksinasi pertama kali, tentu juga kejadian yang seperti itu tetap menjadi analisis tim melihatnya,” terang dia.

Informasi dihimpun KORAN SERUYA, dokter spesialis kejiwaan di Bulukumba ini memiliki riwayat penyakit bawaan. Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dokter Wahyuni.

“Setelah ditelusuri ada riwayat hipertensinya. Ada di riwayatnya dan pihak keluarga juga ada menyampaikan itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dokter Wahyuni.

Meski begitu, pihak tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Sulsel akan tetap memeriksa lebih lanjut atas meninggalnya Andi Yuwardani Makmur. Dokter ini ketahui meninggal pada Minggu (22/8/2021) lalu.

Andi Yuwardani Makmur mendapatkan suntikan vaksin Corona ketiga atau booster pada Kamis (19/8/2021) lalu. Sebelum divaksinasi, Andi Yuwardani dinyatakan sehat dan tidak memiliki keluhan apa-apa sehingga proses vaksinasi tetap dilanjutkan.

“Sesuai prosedur awal-awal tidak ada keluhan. Nanti dari KIPI akan menelusuri betul tidak terkait (vaksinasi). Tapi kalau melihat kondisi kayaknya bukan,” terang Wahyuni. (***)

ADVERTISEMENT