Gala Primer Selimut Kabut Rongkong di City Market Palopo : 960 Tiket Habis Terjual

240
Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, Walikota Palopo, HM Judas Amir dan Kapolres Palopo, AKBP Muhammad Yusuf Usman usai menonton film Selimut Kabut Rongkong. (Foto : Liq Mughni)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Gala Primer film selimut kabut Rongkong di City Market Kota Palopo diserbu warga. Bahkan 960 tiket yang hari ini disediakan Paltinum Cineplex City Market Palopo sudah habis terjual.

Film garapan Produser Fujianto Manati memang ditunggu masyarakat Tana Luwu. Pasalnya, dalam film tersebut mempertontonkan kearifan lokal dan keindahan alam Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).

ADVERTISEMENT

Gala Primer tersebut terasa semakin istimewa lantaran dihadiri beberapa pejabat di Tana Luwu. Mereka yang hadir ialah, Walikota Palopo, HM Judas Amir, Kapolres Palopo, AKBP Muhammad Yusuf Usman dan Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur.

Fujianto Manati menjelaskan, film ini telah digarap dua tahun lalu. Awalnya Selimut Kabut Rongkong ini disiapkan untuk menjadi peserta festival film Internasional.

ADVERTISEMENT

Bahkan Film ini telah keliling di 36 negara. Hasilnya, mereka berhasil meraih tiga penghargaan dari festival film Internasional.

“Kami harap, film ini jadi pemantik kreativitas anak muda di Tana Luwu. Banyak hal yang bisa diangkat di Tana Luwu yang kaya ini. Semoga anak-anak muda Tana Luwu menangkap peluang ini dan menjadikannya kreativitas yang diakui dunia,” jelas Fuji.

Sementara itu, Judas Amir menjelaskan Selimut Kabut Rongkong berhasil mengangkat nama baik Tana Luwu di dunia Internasional. Terbukti dengan pengahrgaan yang mereka dapatkan.

“Filmnya bagus. Kreativitas seperti ini harus didukung. Kami harap, akan muncul lagi kreativitas anak muda Tana Luwu yang membanggakan daerahnya. Semoga ini bukan yang terakhir, tapi jadi awal munculnya ide-ide cemerlang dari anak muda Tana Luwu,” jelas Walikota Palopo.

Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur juga mengaku senang dengan hadirnya Selimut Kabut Rongkong. Pasalnya, melalui film ini, Kabupaten Luwu Utara bisa dikenal oleh dunia Internasional.

“Film ini murni menceritakan apa yang terjadi di Rongkong. Selain itu banyak pesan moral yang dapat diambil melalui film ini. Pertama, Bagaimana menjaga hak kita. Tanah ulayat yang menjadi peninggalan nenek moyang jadi rebutan dan masyarakat mampu mempertahankan tanah tersebut,” ungkap Suaib Mansur.

Kedua sambung Suaib ialah, keinginan kuat dari tokoh utama film tersebut dalam membangkitkan pendidikan di wilyah Rongkong. Dan terkahir ialah tenun Rongkong.

“Tenun Rongkong ini jadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Sebab, tenun itu hanya ada di Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Film ini sangat bagus, lantaran mengambarkan bagaimana keindahan Rongkong yang bisa menjadi promosi wisata wilayah itu,” katanya. (liq)

ADVERTISEMENT