Ikuti Rakor Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi TKDD, Wabup Lutra Akomodir Program Nasional

53
Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur menghadiri Rapat Koordinasi Penyerahan Daftar Pengisian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022, Senin (29/11/2021). (Foto : Humas Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

LUTRA — Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Wakil Bupati (Wabup) Suaib Mansur dan Sekretaris Daerah (Sekda) Armiadi, menghadiri Rapat Koordinasi Penyerahan Daftar Pengisian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022, Senin (29/11/2021).

Rakor bersama Presiden Joko Widodo ini dilaksanakan secara daring dari Ruang Command Center Kantor Bupati Luwu Utara. Ditemui usai Rakor, Wabup Suaib Mansur berjanji akan berusaha mengakomodir semua program dari pusat. “Kita harus mengakomodir semua program nasional dari pusat,” kata Suaib Mansur.

Meski begitu, Suaib berharap tetap ada program prioritas dalam postur APBD Luwu Utara. “Kita juga tidak boleh lalai terhadap program-program prioritas dalam APBD yang selaras dengan prioritas kita di daerah, tapi sekali lagi, kita juga harus mengakomodir program-program nasional yang sudah dirancang,” jelas mantan Kadis PUPR ini.

Sementara itu, Presiden Joko widodo dalam arahannya mengatakan, pemerintah telah merencanakan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif guna mendukung percepatan pemulihan sosial-ekonomi. Juga konsolidatif untuk menyehatkan APBN dengan penguatan reformasi struktural melalui enam fokus utama dalam kebijakan APBN 2022.

ADVERTISEMENT

Ada 6 fokus utama kebijakan APBN 2022: (1) melanjutkan upaya pengendalian COVID-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan; (2) menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan; seryta (3) memperkuat agenda peningkatan SDM unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Fokus berikutnya adalah: (4) melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah; (5) melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero-based budgeting untuk mendorong agar belanja lebih efisien; serta (6) memperkuat sinergi pusat dan daerah, fokus terhadap program prioritas dan berbasis hasil, serta antisipatif terhadap kondisi ketidak pastian.

“Kita harus tetap mempersiapkan diri dari COVID-19, harus tetap waspada karena pandemi belum berakhir. Bahkan di tahun 2022 masih menjadi ancaman bagi dunia, khususnya Indonesia,” ujar Presiden mengingatkan.

Kenapa Jokowi menganggap hal itu penting, karena sudah muncul beberapa varian baru COVID-19 yang harus menambah kewaspadaan, dan antisipasi sedini mungkin agar tidak menghambat program pemulihan ekonomi. “Kita harus menunjukan aksi nyata, dan komitmen pada sustuinable ekonomi, dan harus mendorong perekonomian, ” ujar Jokowi. (hms)

ADVERTISEMENT