Kabba, Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Sempat Diikat di Tiang Telpon Sebelum Ditangkap Polisi

710
Pelaku pembakaran mimbar masjid raya Makassar bernama Kabba diamankan polisi, Sabtu (25/9/2021)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Kabba, 25 tahun, seorang pemuda di Jalan Tinumbu, Kota Makassar, Sulsel, ditangkap polisi, Sabtu (25/9/2021) siang. Dia diringkus polisi karena diduga pelaku yang membakar mimbar Masjid Raya Makassar.

Pria ini nyaris jadi sasaran amuk massa warga. Bahkan sebelum diamankan polisi, Kabba sempat diikat warga menggunakan tali nilon di tiang. Beruntung polisi segera mengamankan Kabba sebelum menjadi amukan massa lebih lanjut. Dia kemudian dibawa ke Polrestabes Makassar.

ADVERTISEMENT

Aksi yang dilakukan Kabba membakar mimbar Masjid Raya Makassar dilakukan Sabtu dini hari. Sebelum membakar, dia naik mimbar dan menutupi kamera CCTV agar aksinya tak diketahui orang lain. Aksi pembakaran mimbar di masjid itu sontak menggemparkan warga.


Kabba diikat warga menggunakan tali nilon di tiang sebelum diamankan polisi, Sabtu (25/9/2021)

Kapolrestabes Makassar, Kombes Urip Witnu Laksana membenarkan terduga pelaku telah diamankan. Menurutnya, pelaku ditangkap sekitar pukul 13.35 Wita atau tidak lama setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP di lokasi. Pelaku Kabba diamankan tak jauh dari lokasi masjid Raya Makassar.

“Ia sudah ditangkap,” kata Kombes Urip Witnu.

Pelaku, urai Kombes Urip Witnu, merupakan warga sekitar dan pengangguran. Pelaku ini masih diinterogasi aparat di lapangan, termasuk mencari tahu motif pembakaran. “Pelaku pengangguran. Motif masih didalami,” ungakpnya.

Diakuinya pelaku nyaris diamuk massa sebelum diamankan polisi. Pelaku sempat diikat di tiang telpon menggunakan tali niron lantaran kesal tindakan pelaku membakar mimbar masjid.

“Kalau keterangan saksi, terutama penjaga masjid, memang diduga pelaku ini hampir setiap hari datang ke masjid ini, karena kebetulan yang bersangkutan tersebut warga di sekitar masjid,” lanjut Kombes Urip Witnu.

Kombes Witnu meminta warga tetap tenang dan tidak terprovokasi berita hoax terkait pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. “Khususnya warga Kota Makassar untuk tetap tenang, jangan terpancing-termakan isu-isu hoax terkait kasus yang terjadi di Masjid Raya,” tandasnya. (***)

ADVERTISEMENT