LUWU — Kepala Desa Botta, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, telah menjalani pemeriksaan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Luwu terkait dugaan proyek pengelolaan Dana Desa, khususnya proyek infrastruktur talud yang hingga kini belum rampung meski anggarannya telah dicairkan secara penuh.
Informasi pemeriksaan tersebut dibenarkan Kanit Tipidkor Polres Luwu, Sultan, yang mengaku telah memeriksa sejumlah pihak terkait dugaan tersebut. “Sudah banyak saya periksa,” ujar Sultan saat dikonfirmasi, Rabu (3/4/2025).
Meski demikian, Sultan belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung. Ia hanya menyebut proses penyelidikan masih dirampungkan. “Kami masih rampungkan dulu,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Kasus ini mencuat setelah proyek pembangunan talud di Desa Botta yang dianggarkan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 belum juga selesai hingga memasuki tahun 2026.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kasi Pemerintahan Desa Botta, Alimuddin, saat ditemui di Kantor Desa Botta pada Jumat, 13 Maret 2026. “Ya benar. Pekerjaan talud yang dimaksud memang dikerjakan sejak tahun 2025 dan hingga kini (tahun 2026) pekerjaannya belum selesai,” kata Alimuddin.
Ia mengungkapkan bahwa anggaran proyek tersebut telah dibayarkan 100 persen kepada pelaksana pekerjaan sejak akhir tahun 2025. “Sudah terbayarkan sejak akhir tahun kemarin (2025),” ungkapnya.
Menurut Alimuddin, berdasarkan Rencana Anggaran Belanja (RAB), pekerjaan talud tersebut memiliki volume 321 meter dengan tinggi pondasi 1 meter, ketebalan 20 sentimeter, dan ukuran dasar 80 sentimeter.
Ia menjelaskan keterlambatan penyelesaian pekerjaan terjadi karena pemerintah desa memprioritaskan tenaga kerja lokal. “Di desa kami ada warga yang bekerja sebagai buruh, jadi kami tidak ingin mengambil tukang atau buruh dari luar. Inilah yang menyebabkan pekerjaan talud ini menyeberang tahun karena tukang atau buruh yang mengerjakannya juga sementara bekerja di tempat lain,” ujar Alimuddin.
Terpisah, Kepala Desa Botta, Wardani mengakui pekerjaan talud tersebut memang belum selesai hingga saat ini. “Memang benar, pekerjaan itu (talud) menyeberang tahun. Hal itu disebabkan karena tukang yang kami pekerjakan memiliki pekerjaan di wilayah lain,” kata Wardani.
Ia juga membenarkan bahwa seluruh anggaran untuk proyek tersebut telah dibayarkan. (ayonk)

