Komang Krisna: Banyak yang Salah Kaprah dengan Istilah “New Normal Life”

161
ADVERTISEMENT

Luwu Utara — Sejak diperkenalkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di saat virus corona masih mewabah, istilah “new normal life” atau hidup normal baru menjadi sebuah perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Semuanya membincang tentang sebuah tatanan kehidupan baru di tengah pandemi covid-19, nama lain dari virus corona.

Segala intervensi yang semula ketat, kini mulai dilonggarkan. Hal ini kemudian direspon masyarakat dengan bebas, bahwa masyarakat kini boleh beraktivitas di luar rumah. Padahal new normal life, seperti dikutip kompas.com, adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal. Namun, perubahan ini ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan covid-19.

ADVERTISEMENT

“Memasuki era baru, new normal life, di masa pandemi covid-19, saat ini masih menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat, termasuk di Luwu Utara,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Komang Krisna, Jumat (29/5/2020), di Masamba. Tapi disayangkan, istilah ini sering disalahartikan oleh masyarakat. “Banyak yang salah kaprah seolah-olah new normal life adalah fase lepas dari pandemi,” sebut dia.

Komang malah berharap, di tengah upaya menggaungkan new normal life, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat, meski harus beraktivitas di luar rumah. “Masyarakat tetap harus waspada dengan sosio-kultur dan karakter pandemi antarprovinsi dan antarkabupaten yang beragam, karena perlindungan kembali ke masing-masing individu. Jadi, perkuat pertahanan keluarga dan individu,” imbuhnya. (LH)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT