Mayat Tanpa Kepala Dimakamkan Dinsos Palopo, Polres Luwu Masih Tunggu Hasil Autopsi untuk Ungkap Identitas Korban

235
Proses evakuasi mayat tanpa kepala yang ditemukan oleh warga di Dusun Uru, Desa Ilan Batu Uru, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Kamis (01/09/2022).-- foto ist--
ADVERTISEMENT

 

KORANSERUYA.COM–Mayat pria tanpa kepala yang ditemukan di Sungai Lamasi akhirnya dimakamkan tim Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palopo di pemakaman umum Purangi, Sabtu (3/9/2022). Mayat tanpa kepala ini sempat disemayamkan beberapa hari di Kamar Mayar RSUD Sawerigading Palopo.

“Iya, tim Dinsos Kota Palopo telah menguburkan mayat tersebut. Ini tugas dan tanggungjawab Dinsos,” kata Plt Kadis Sosial Kota Palopo, Asmuradi Budi, Minggu (4/9/2022).

ADVERTISEMENT

Menurut Asmuradi, pihaknya menguburkan mayat tersebut setelah dikoordinasikan dengan pihak terkait, terutama Polres Luwu. “Mayat itu dimakamkan di Pekuburan Purangi,” katanya, seraya menambahkan, dalam sepekan ini, sudah dua mayat yang tidak memiliki keluarga dimakamkan pihaknya.

Sementara itu, sebelum dimakamkan, tim forensik RSUD Labuang Baji melaksanakan autopsi terhadap mayat malang itu. Tim forensik menyebut pemeriksaannya baru bisa selesai dalam dua bulan kedepan.

“Untuk autopsi ini, ada beberapa sampel yang telah kami ambil untuk proses pemeriksaan di laboratorium. Terkait DNA-nya itu nanti akan kami rampungkan selama kurang lebih 2 bulan,
dan nanti hasilnya kami serahkan ke pihak penyidik,” ungkap dokter forensik RSUD Labuang Baji Makassar, dr. Deni Matius, di RSUD Sawerigading Palopo, Sabtu (3/9/2022).

Deni menuturkan pihaknya melaksanakan autopsi atas permintaan Polres Luwu. Proses autopsi dilakukan selama 3 jam. “Proses autopsi berjalan dengan lancar,” katanya.

Kata Deni, hal yang paling kursial dalam proses autopsi mayat tersebut ialah identifikasi jenazah dikarenakan belum lengkapnya anggota tubuh pada mayat tersebut. “Hal yang paling kursial dalam proses otopsi ini adalah identifikasi karena sebagaimana yang kita tahu korban ditemukan dalam kondisi tanpa kepala,” tuturnya.

Deni berharap melalui identifikasi yang dilakukan, pihaknya dapat memperoleh identitas korban. “Namun ada beberapa cara identifikasi forensik yang kami lakukan semoga nanti kedepannya dapat jawaban identitas dari korban ini,” jelasnya.

Polisi diketahui belum bisa memberikan penjelasan rinci terkait temuan mayat pria tanpa kepala dan busana tersebut. Polisi menunggu hasil autopsi terhadap jenazah tersebut. “Belum ada, masih sementara menunggu tim dari Polda yang akan visum mayatnya,” ucap Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan, Minggu (4/9/2022).

Kendati demikian, AKP Jon mengimbau masyarakat di Luwu jika ada yang kehilangan keluarga dengan ciri-ciri usia korban sekitar 20-an tahun dan jenis kelamin laki-laki bisa melaporkan ke Polsek Walenrang, atau ke Polres Luwu.

Diberitakan KORAN SERUYA sebelumnya, mayat pria tanpa kepala itu ditemukan 3 warga Desa Ilan Batu Uru, Luwu. Saat itu, mereka tengah menyusuri Sungai Lamasi untuk mencari biawak pada sekitar pukul 11.00 Wita, Kamis (1/9/2022).

Saat tiga warga itu menyusuri pinggiran sungai, bukannya mendapatkan biawak, mereka justru menemukan mayat pria tanpa kepala. “Iya di sungai kebetulan ada masyarakat yang mencari biawak. Ada 3 orang mencari di Sungai pas ketemu mayat itu,” ungkap Kapolsek Walenrang, Iptu Siliwadi.

Selanjutnya, tiga warga itu melaporkan penemuan mayat tanpa kepala itu ke Polsek Walenrang dan Pemerintah Desa Ilanbatu Uru. Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi mayat korban ke RSUD Sawerigading. (liq)

ADVERTISEMENT