Pemda Lutra Terima Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

388
Pemda Luwu Utara terima penghargaan BPJS Ketenagakerjaan, Senin (26/11), di Masamba.
ADVERTISEMENT

Masamba — Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara kembali meraih penghargaan level nasional. Kali ini penghargaan yang mampir di lemari prestasi Pemda Lutra adalah Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan Pusat. Penghargaan diterima Bupati Luwu Utara melalui Asisten Administrasi Umum, Muhammad Kasrum, saat acara Sosialisasi Manfaat dan Prosedur Klaim Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Pegawai Non ASN, Senin (26/11), di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara.

Penghargaan diberikan karena dinilai berperan aktif dan peduli terhadap perlindungan pegawai pemerintah bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Non ASN, dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. “Pemda Lutra telah mengikutkan seluruh pegawai Non ASN ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu jaminan kecelakaan dan jaminan kematian. Untuk itu, BPJS memberikan penghargaan kepada Pemda Lutra,” tutur Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palopo melalui Kepala Bidang Pemasaran, Adi Syamsul.

ADVERTISEMENT

Di luar guru honorer, kata Adi, semua pegawai non ASN lingkup Pemda Lutra ikut dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, yang jumlahnya 2.000 orang. “Semua pegawai non ASN di lingkup Pemda Lutra, Alhamdulillah semuanya sudah diikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk para aparat desa, meskipun guru honorer belum dapat ikut dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Adi.

Sementara itu, Asisten Muhammad Kasrum, dalam sambutannya saat membuka acara Sosialisasi Manfaat dan Prosedur Klaim Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Pegawai Non ASN mengatakan, dengan masuknya 2.000 pegawai Non ASN lingkup Pemda Lutra sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, akan memberikan dampak positif terhadap kinerjanya. “Semoga 2.000 pegawai Non ASN ini semakin semangat dalam bekerja,” harap Kasrum.

ADVERTISEMENT

“Saya juga berharap, dengan adanya sosialisasi ini, para Pegawai Non ASN bisa lebih memahami manfaat dan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Muhammad Nur, dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para peserta BPJS terkait pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan bagai pegawai non ASN.

Jumlah peserta yang hadir sebanyak 200 orang yang terdiri dari para Kasubag Kepegawaian di masing-masing Perangkat Daerah, termasuk kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan pegawai non ASN. “Kita ingin memberikan pemahaman kepada para peserta BPJS terkait bagaimana manfaat dan prosedur dalam mengklaim BPJS jika terjadi risiko kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (man)

ADVERTISEMENT