Pengamat Politik Fachry Ali Sarankan Lapmi Dorong Jurnalisme Merdeka

69
Pelatihan Jurnalistik Nasional (Jurnas) Lembaga Pers Mahasiswa Islam cabang Ciputat yang dihadiri narasumber yang berkompeten di bidang Jurnalistik. (Dok. ist)
ADVERTISEMENT

JAKARTA — Pelatihan Jurnalistik Nasional (Jurnas) Lembaga Pers Mahasiswa Islam cabang Ciputat yang dihadiri narasumber yang berkompeten di bidang Jurnalistik.

Dari CEO Media Group Network, Muhammad Mirdal Akib, Pimpinan Redaksi (Pimred) Tempo, Anton Aprianto dan juga wakil sekretaris redaksi media Kompas, Ilham Khoiri. Pelatihan ini terlaksana 23 hingga 27 Februari 2022 di gedung wisma Duta Wisata, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Pelatihan jurnas ini juga dihadiri dua narasumber yang menyandang gelar profesor, masing-masing, Direktur Uji Kompetensi PWI Pusat, Prof Rajab Ritonga dan pengamat politik nasional, Prof Fachry Ali.

Prof Fachry Ali menyarankan para alumni Jurnas Lapmi Ciputat mendorong jurnalisme investigasi merdeka demi mengungkapkan tingkah laku pejabat, tingkah laku pemegang modal. Menurut dia relasi antara politik, modal dan ekonomi punya relasi kuat, jadi perihal ini yang harus dimunculkan ke publik.

ADVERTISEMENT

“Jurnalisme merdeka ya, ini yang harus kita dorong demi kepentingan informasi publik yang objektif,” kata Fachry saat mengisi materi di forum Jurnas Lapmi ciputat, Lebak Bulus Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Fachry menjelaskan kerja-kerja jurnalistik harusnya melakukan investigasi informasi. Menurut dia dalam training jurnalistik Lapmi sudah tepat melakukan training bukan dari segi teknisnya tapi dari segi ide, ideologisnya. Ideologi merdeka artinya gagasan yang di sampaikan harus berita kepentingan nasional bukan untuk kentingan golongan, bukan untuk kepentingan partai.

Lebih lanjut Fachry mengungkapkan dihadapan peserta, hanya media Kompas tumbuh dari bawa kemudian menjadi besar sampai sekarang karena modal yang mereka peroleh dari kreatifnya. Demikian juga Tempo mereka mempertahankan independennya, mereka pendukung Jokowi awalnya bukan berarti mereka tidak mengkritik. Modal yang mereka peroleh dari kreatifnya Kritik itu terus meraka lakukan.

“Beberapa media cetak ataupun mainstream sekarang sudah mempunyai relasi kuat dengan kekuatan parpol dan kekuatan modal. Nah distorsi nya seperti sekang ini, kita bekerja karena kepentingan orang lain, kita digaji karena kepentingan orang lain. Independen dan Merdeka yang harus dipertahankan. Jadilah generasi yang bangkit dan itulah tugasnya kalian dan kalian mulai menulis dengan gagasan-gagasan,” sarannya kepada peserta Jurnas Lapmi.

Selain itu, Direktur Lapmi cabang Ciputat mengatakan pelatihan jurnas yang menghadirkan 13 narasumber yang berkompeten di bidang jurnalistik yang telah mengisi materi selama 4 hari. Menurutnya pelatihan jurnas merupakan upaya dalam membentuk skill kader dalam menulis dan mengolah media.

“Jurnas merupakan awal dari perjuangan teman cabang dalam mengembangkan insan pers yang memiliki tanggung jawab sosial dalam memberikan informasi publik secara objektif,” Kata Direktur Lapmi cabang Ciputat Amir Ro’is, Senin 28 Februari 2022.

Kegiatan jurnas ini diikuti 33 peserta dinyatakan lulus. Pesertanya berasal dari berbagai cabang. Selain dari Jabodetabek ada juga dari Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Palopo, Sulawesi Selatan dan Padang, Sumatra Barat.

Selain itu ada juga dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Kepala suku, Jurnas Ciputat, Risky Pangestu berharap forum ini merupakan awal dari perjuangan jurnalisme merdeka.

“Kami memberi nama forum angkatan ini jurnalisme merdeka, yang mana di sepakati oleh seluruh peserta terkait usulan pengamat politik nasional, Prof. Fachry Ali,” tandas kader HMI asal Bekasi ini. (***)

ADVERTISEMENT