BELOPA– Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang berhenti di lampu merah Radda, Belopa, Kabupaten Luwu, ada seorang ayah yang setiap hari berjuang membawa harapan bagi keluarganya. Namanya Sabran. Dengan berjualan kue dan nasi kuning, ia mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai perawatan putranya, Muhammad Aswan, yang menderita epilepsi.
Bagi Sabran, setiap bungkus nasi kuning dan kue yang terjual memiliki arti besar. Di balik hasil jualannya tersimpan harapan agar kebutuhan sang anak tetap terpenuhi dan suatu hari kondisi Aswan dapat membaik.
Penyakit yang dialami Aswan telah memberikan dampak besar terhadap kehidupannya. Kondisinya membuat Aswan tidak dapat berjalan dan membutuhkan perhatian serta perawatan dalam aktivitas sehari-hari. Kebutuhan seperti popok, susu, makanan bergizi, hingga berbagai perlengkapan perawatan menjadi bagian dari pengeluaran rutin keluarga.
Sabran bersama keluarga telah berupaya membawa Aswan mendapatkan penanganan di rumah sakit. Namun keterbatasan ekonomi membuat upaya pengobatan yang dijalani belum dapat dilakukan secara maksimal. Di tengah kondisi tersebut, Sabran tetap memilih bertahan dan bekerja. Setiap hari ia kembali berjualan, membawa dagangannya dan menggantungkan harapan dari setiap pembeli yang datang.
Perjuangan keluarga tersebut mengetuk kepedulian Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Palopo. Melalui program bantuan kesehatan, YBM PLN UP3 Palopo hadir memberikan bantuan untuk membantu meringankan kebutuhan perawatan Muhammad Aswan.
Bagi Sabran, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi. Di tengah perjuangan panjang merawat sang anak, perhatian yang diberikan menjadi penguat bahwa keluarganya tidak berjuang sendirian.
“Saya sangat berterima kasih kepada YBM PLN dan seluruh pegawai PLN yang sudah peduli dan membantu anak kami. Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan Aswan sehari-hari dan perawatannya. Semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan, rezeki dan keberkahan oleh Allah SWT,” ungkap Sabran.
Manajer PLN ULP Belopa, Ricky Titin Triputra, menyampaikan bahwa kisah Sabran dan Muhammad Aswan menjadi pengingat tentang arti kepedulian dan semangat untuk tidak menyerah dalam menghadapi keterbatasan.
“Perjuangan Bapak Sabran untuk keluarganya memberikan pelajaran bagi kita tentang keteguhan seorang ayah. Di tengah keterbatasan, beliau tetap bekerja setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga dan merawat anaknya. Kami berharap bantuan yang disalurkan melalui YBM PLN ini dapat meringankan sebagian kebutuhan keluarga dan, yang terpenting, menghadirkan semangat serta harapan bagi mereka,” ujar Ricky.
Ricky menambahkan, kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan layanan kelistrikan, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua YBM PLN UP3 Palopo, Bramanto Suryanto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzakki melalui YBM PLN. Amanah tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial, salah satunya di bidang kesehatan.
“Setiap bantuan yang kami sampaikan membawa amanah dan kepedulian dari para muzakki. Melihat perjuangan keluarga Bapak Sabran dalam merawat Aswan, kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perawatan sehari-hari. Semoga Aswan diberikan kekuatan dan kesehatan, sementara keluarganya senantiasa diberikan ketabahan dalam mendampinginya,” ujar Bramanto.
Lomba Burung Berkicau Kajari Luwu Cup I Pertandingkan 34 Kelas Ramaikan HUT ke-81 RI di Belopa
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui YBM PLN.
“Terima kasih kepada seluruh muzakki atas kepercayaan yang diberikan kepada YBM PLN. Dari setiap kebaikan yang dititipkan, ada keluarga yang terbantu, ada beban yang diringankan, dan ada harapan yang kembali tumbuh. Insyaallah kami akan terus menjaga amanah ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambah Bramanto.
Kisah Sabran dan Muhammad Aswan menjadi potret tentang cinta keluarga yang tidak mengenal kata menyerah. Di balik kesederhanaan seorang ayah yang berjualan kue dan nasi kuning di pinggir jalan, terdapat perjuangan besar untuk memastikan sang anak tetap mendapatkan perawatan terbaik yang mampu ia berikan.
Melalui YBM PLN, kepedulian para muzakki menemukan jalannya kepada mereka yang membutuhkan. Sebab terkadang, sebuah bantuan mungkin terlihat sederhana bagi yang memberi, tetapi bagi keluarga yang sedang berjuang, bantuan tersebut dapat berarti kekuatan untuk bertahan dan harapan untuk melanjutkan hari esok.
YBM PLN UP3 Palopo berkomitmen untuk terus menebarkan manfaat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, serta menjadi jembatan kebaikan antara para muzakki dan masyarakat yang membutuhkan.
Menebar Manfaat, Menguatkan Negeri.(*)

