MAKASSAR — Bupati Luwu, Patahudding, mendorong pembangunan bendung dan reservoar Sungai Bua sebagai upaya memperkuat ketersediaan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sejumlah kawasan strategis di Kecamatan Bua.

OUpaya tersebut disampaikan Patahudding saat bertemu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Herianto Waluyadi, beserta jajaran di Makassar, Senin (24/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati memaparkan rencana pemanfaatan potensi air permukaan Sungai Bua sebagai sumber air baku yang diharapkan mampu menopang kebutuhan masyarakat serta sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di Kecamatan Bua.
“Rencana ini kita dorong untuk memastikan ketersediaan air baku yang berkelanjutan, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun mendukung kawasan dan infrastruktur strategis yang terus berkembang di Kecamatan Bua,” ujar Patahudding.

Rencana pembangunan tersebut meliputi bendung dan reservoar sebagai penampung air baku dengan target kapasitas 60 liter per detik. Selain itu, akan dibangun jaringan pipa pembawa air baku sepanjang 7,18 kilometer menuju titik distribusi.

Air baku tersebut nantinya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan permukiman, Sekolah Rakyat, fasilitas kesehatan, serta sejumlah kawasan dan infrastruktur strategis, termasuk Kawasan Industri Bua dan Bandara Lagaligo.
Patahudding berharap rencana tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dan kajian teknis bersama dengan BBWS Pompengan Jeneberang.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur penyediaan air baku tidak hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga bagian penting dalam menunjang pertumbuhan kawasan Bua yang tengah berkembang.
“Kita berharap potensi Sungai Bua ini bisa dimanfaatkan secara optimal melalui perencanaan yang matang dan kajian teknis yang tepat, sehingga nantinya mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pembangunan di Kecamatan Bua,” katanya.
Sebagai langkah awal, Bupati Luwu bersama BBWS Pompengan Jeneberang menyepakati pelaksanaan survei bersama untuk melihat secara langsung kondisi dan potensi Sungai Bua.
Survei tersebut akan menjadi bahan untuk memperoleh gambaran teknis terkait kondisi sungai, potensi sumber air, serta kebutuhan pembangunan bendung dan reservoar sebelum menentukan tahapan selanjutnya. (hms)