MAKASSAR, 25 Agustus 2026 – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memperkuat komitmennya mendukung pengembangan ekosistem usaha tani kakao melalui kerja sama kemitraan dengan PT Comextra Majora. Penguatan kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Kakao, yang berlangsung dalam rangkaian Workshop Penguatan Kapasitas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Penandatanganan PKS turut melibatkan tiga pihak, yakni PT Comextra Majora, PNM Cabang Palopo, dan para petani komoditas kakao. Kehadiran PNM dalam workshop tersebut merupakan wujud dukungan terhadap sinergi TPAKD bersama pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri jasa keuangan, kementerian atau lembaga terkait, serta pelaku dunia usaha.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekosistem keuangan daerah yang inklusif.  “Kami turut serta mendorong pengembangan ekosistem keuangan daerah yang mampu menghubungkan masyarakat dan pelaku usaha dengan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan secara mudah, aman, terjangkau, dan berkelanjutan,” ujar Patria Ary.

Langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), serta Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Kedua kebijakan ini menjadi landasan bagi PNM dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui penguatan literasi dan akses layanan keuangan, termasuk lewat peran TPAKD di tingkat daerah.

Di tempat yang sama, Pemimpin Cabang PNM Palopo, Eka Pradana Wijaya, menuturkan bahwa workshop ini menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama antara PT Comextra Majora dan PNM Cabang Palopo untuk mengembangkan ekosistem usaha tani kakao di Luwu Timur, mulai dari sisi pembiayaan hingga pemasaran hasil panen.

Dalam skema kemitraan ini, PNM Cabang Palopo berperan mendukung akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi petani kakao di Luwu Timur. Sementara itu, PT Comextra Majora berperan sebagai pembeli siaga atau off-taker yang menampung hasil panen kakao dari para petani.  “Kehadiran kami menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem kakao, sehingga petani kakao di Luwu Timur memiliki dukungan modal untuk memenuhi kebutuhan produktif dalam pengembangan tanaman kakao,” kata Eka.

Eka menambahkan, kolaborasi ini juga berkaitan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM yang akan ditindaklanjuti melalui pendampingan teknis dan pelatihan tata kelola budidaya kakao yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP).
“PNM mendukung penuh kerja sama kemitraan ini. Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana petani mendapatkan dukungan secara utuh, mulai dari pembiayaan untuk mengembangkan usahanya, pendampingan untuk meningkatkan kapasitas, hingga adanya kepastian pasar atas hasil panen mereka,” ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, petani diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman kakao, sekaligus menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar industri. Sinergi ini turut membuka peluang bagi masyarakat pedesaan untuk lebih terbiasa memanfaatkan produk dan layanan keuangan resmi serta mengelola keuangan usaha. (ikhlas)