Polisi Masih Kejar Pembunuh Warga Salutubu Luwu di Lutim, Begini Kronologis Pembantaiannya Hingga Leher Korban Nyaris Terpenggal

2531
KORAN SERUYA edisi Rabu, 6 November

MALILI–Polisi dari Polres Luwu Timur, Sulsel, Selasa (5/11/2019) malam ini, masih mengejar pelaku penyerangan yang menewaskan Sultan, 40 tahun. Pelaku sekitar 10 orang kabur masuk hutan.

Diberitakan sebelumnya, Sultan alias Pa Mutti, 40 tahun tewas mengenaskan akibat dibacok parang, Selasa (5/11/2019), siang tadi. Pria berusia 40 tahun ini menemui ajalnya dengan leher nyaris terpenggal. Sempat dilarikan ke Puskesmas Mahalona, namun nyawanya tak terselamatkan.

Peristiwa naas dialami Sultan terjadi di sebuah kebun merica di Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Korban adalah warga asal Desa Salutubu, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu. Selama ini, dia bekerja sebagai operator eskapator dan pekerja kebun.

Jenazah korban telah diserahkan aparat berwajib kepada keluarga korban. Sekitar pukul 17:30 Wita, petang kemarin, jenazah korban dibawa ke kampung halamannya di Desa Salutubu menggunakan mobil jenasah milik Puskesmas Wasuponda.

Informasi dihimpun KORAN SERUYA, korban bersama rekannya bernama Rian tengah bekerja di kebun merica milik H. Rahman, warga setempat. Saat itulah korban didatangi sekitar 10 warga.

Menurut Rian yang ikut jadi korban dalam penyerangan itu, para pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang menyerang mereka. Saat itu, dia bersama Sultan tengah bekerja di kebun.

Sebelum terjadi pemarangan, salah satu pelaku sempat melarang mereka bekerja di kebun itu. Sultan saat itu tengah mengoperasikan eskapator. Sempat terjadi adu mulut antara pelaku dengan korban. Nah, saat adu mulut itulah Sultan diserang menggunakan parang. Lehernya terkena sabetan parang tajam.

“Saya dulu yang diserang, baru dia (Sultan). Saat diserang parang, Sultan terjatuh bersimbah darah karena lehernya terkena sabetan parang,” aku Rian kepada petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian.

Rian juga mengalami luka di kepala. Menurut dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, siang kemarin. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena pelakunya banyak,” kata Rian yang juga berasal dari Salutubu, Walenrang Utara.

Dalam kondisi leher terluka, Sultan berusaha ditolong warga dengan cara membawanya ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa ayah empat anak ini tidak terselamatkan. “Korban sudah meninggal dunia saat tiba di puskesmas,” ujar Suhartini, seorang pegawai Puskesmas di UPT Mahalona Raya.

Korban, kata Suhartini, mengalami luka serius di lehernya. Korban kehilangan banyak darah akibat lehernya nyaris tanggal.

Tewasnya Sultan akibat diserang dan dibacok memicu reaksi keluarga dan kerabatnya. Tidak terima kejadian itu, beberapa saat kemudian, sejumlah keluarga korban membakar rumah kebun dan sebuah motor diduga milik pelaku.

Belum diketahui motif kasus ini. Beragam informasi beredar di lokasi kejadian. Kabarnya, kasus penyerangan dialami Sultan diduga dipicu sengketa lahan. Para pelaku sebelumnya sempat dikabarkan melarang Sultan dan rekannya mengerjakan lahan kebun tersebut karena lahan masih bersengketa.

Namun, Kapolres Lutim, AKBP Leonardo saat dikonfirmasi via WhatsApp-nya, malam tadi, belum bisa memastikan motif kasus ini. Dia berdalih, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dan belum bisa memberikan keterangan rinci soal kronologi dan motif kejadian, termasuk para pelakunya. “Anggota kami sudah bergerak di lokasi kejadian. Data lengkap belum bisa diberikan, nanti jika sudah selesai olah TKP,” kata Kapolres.

Senada Kapolres, Kasatreskrim Polres Lutim, Iptu Eli Kendek membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja, dia juga belum bisa memberikan keterangan terkait kasus ini. “Iya, kasusnya sudah ditangani. Para pelakunya masih dalam penyelidikan dan pengejaran,” katanya. (iys)