Rayakan Milad Ke-50, DMI Sulsel Emban Visi Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid

77
Salah satunya Ketua DMI Luwu Utara, Arief R. Palallo, yang hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Utara Armiadi. Hadir pula Gubernur yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra, Suherman. (Foto : Dok. Pemkab Luwu Utara)
ADVERTISEMENT

Luwu Utara — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan merayakan Milad ke-50 tahun. Perayaan ini dilaksanakan di Saoraja Ballroom Wisma Kalla Kota Makassar, Sabtu (30/7/2022) malam, dengan tema “Tumbuh Bersama Masjid”.

Seluruh pimpinan daerah se-Sulsel hadir. Salah satunya Ketua DMI Luwu Utara, Arief R. Palallo, yang hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Utara Armiadi. Hadir pula Gubernur yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra, Suherman.

ADVERTISEMENT

Ketua DMI Sulsel, H.M. Amin Syam, dalam sambutannya menyebutkan bahwa semboyan masyhur DMI yang menjadi visi yang harus diwujudkan secara simultan oleh seluruh DMI di daerah, yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid.

“Kita harus melihat visi atau semboyan ini ke dalam dua konteks, yaitu konteks kuantitatif dan konteks kualitatif,” sebut Amin Syam. Untuk konteks kuantitatif, kata dia, dirinya berharap semakin banyak jemaah yang datang ke masjid beribadah.

ADVERTISEMENT

“Dari segi jumlah, tentu kita sangat berharap semakin banyak orang atau jemaah yang mau datang ke masjid beribadah untuk melengkapi dirinya di dalam kehidupan yang berkeadaban,” terang mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini.

“Tentu kita bangga kalau banyak yang datang ke masjid,” sambungnya. Kendati demikian, banyaknya orang ke masjid bukan berarti konteks kualitatifnya sudah terpenuhi. “Apakah kita sudah puas kalau orang sudah banyak ke masjid? Tentu tidak!” timpalnya.

Amin menyebutkan, banyak program yang bisa dilaksanakan DMI untuk memenuhi konteks kualitatif tadi, seperti membuat program tentang ceramah agama yang menyejukkan, ataukah melakukan pembinaan agama terhadap jemaah masjid.

“Umat itu memiliki nilai-nilai kemasjidan, seperti jujur, disiplin dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bersih alias tidak korupsi serta hidup teratur, dan masih banyak lagi nilai-nilai kemasjidan yang mesti kita tanamkan dalam diri kita,” tutur dia.

Menurutnya, nilai-nilai kemasjidan tersebut adalah cerminan kualitas dalam memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Kapan tidak tercermin dari situ, kata dia, maka visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid tidak akan pernah berhasil diwujudkan.

“Ini memang bukan pekerjaan mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Untuk itu, butuh kerjasama pengurus dan anggota DMI kabupaten/kota, termasuk ormas lainnya, untuk mengemban visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid,” tandasnya.

Sementara Gubernur Sulsel melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra, Suherman, mengatakan, DMI di usianya yang ke-50 tahun harus dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan karya kepada pemerintah dalam melahirkan generasi-generasi qur’ani.

Semoga di usianya yang ke-50 tahun tersebut, DMI Sulsel dapat terus memberikan sumbangsih pemikiran dan karya nyata kepada pemerintah, khususnya dalam melahirkan para generasi Qur’ani yang memiliki iptek dan imtaq,” kata Suherman. (LH)

ADVERTISEMENT