PALOPO – Akses pendidikan dasar di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif, namun keberlanjutan proses belajar tetap membutuhkan perhatian bersama. Data Susenas BPS 2024 menunjukkan Angka Partisipasi Sekolah anak usia 7–12 tahun telah mencapai 99,19 persen dan usia 13–15 tahun sebesar 96,17 persen, sementara pada kelompok usia 16–18 tahun turun menjadi 74,64 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa memastikan anak memiliki ruang untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan.

Di tingkat masyarakat, ruang belajar nonformal turut melengkapi pendidikan yang diterima anak di sekolah dan keluarga. Melalui Program Ruang Pintar, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mengambil bagian dalam upaya tersebut sekaligus mendukung SDG 4, yakni Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas kesempatan belajar yang inklusif dan berkelanjutan.

Di Kota Palopo, keberlanjutan Ruang Pintar diwujudkan melalui perpanjangan kerja sama dengan TPQ Nur Al-Abhar di Kelurahan Salotellue, Kecamatan Wara Timur, Sabtu (8/8/2026).

Kerja sama yang dievaluasi dan diperpanjang setiap enam bulan ini memungkinkan kegiatan belajar tetap berjalan dengan pendampingan guru serta fasilitas yang mendukung proses pembelajaran anak. Mayoritas penerima manfaat merupakan anak-anak dari keluarga nasabah PNM Mekaar dan masyarakat di lingkungan sekitar. Pada periode ini, PNM Cabang Palopo juga melengkapi ruang belajar dengan laptop dan paket alat tulis untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Bagi masyarakat akar rumput, pendidikan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kegiatan di ruang kelas. Kesempatan anak untuk membaca, belajar bersama, memperoleh pendampingan, serta mengenal hal-hal baru dapat menjadi bekal bagi keluarga untuk membangun masa depan yang lebih baik.

PNM memandang penguatan ekonomi keluarga perlu berjalan beriringan dengan terbukanya kesempatan pendidikan bagi generasi berikutnya. Melalui Ruang Pintar, dukungan tersebut diarahkan agar manfaat pemberdayaan tidak hanya dirasakan oleh para ibu, tetapi turut tumbuh bersama anak-anak mereka.

Bagi masyarakat sekitar, keberadaan Ruang Pintar memberikan ruang tambahan bagi anak untuk belajar di luar jam sekolah sekaligus membangun kebiasaan belajar sejak dini. “Ruang Pintar membuat anak-anak memiliki tempat untuk belajar bersama dan mendapat pendampingan secara rutin. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan karena yang paling penting bukan hanya fasilitasnya, tetapi kesempatan anak-anak untuk terus belajar dan berkembang” ujar salah satu pengajar Ruang Pintar di TPQ Nur Al-Abhar.

Pemimpin Cabang PNM Palopo, Eka Pradana Wijaya, mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan Ruang Pintar. Menurutnya, fasilitas belajar akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan dan pengelolaan yang konsisten.

“Pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi berikutnya. Karena itu, kami berharap Ruang Pintar tidak hanya menjadi tempat anak-anak datang untuk belajar, tetapi dapat terus tumbuh sebagai ruang yang membangun rasa ingin tahu, karakter, dan keberanian mereka untuk memiliki cita-cita. Keberlanjutan inilah yang ingin terus dijaga bersama masyarakat,” ujar Eka. (*)