Enrekang – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kamus Arunika (STIKES KAMI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Pengembangan Kapasitas Kader dan Kelembagaan Posyandu dalam Implementasi New Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)” yang berlangsung pada 4–6 Juli 2026 di Kantor Desa Mendatte, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen STIKES KAMI dalam mendukung transformasi layanan Posyandu sebagaimana arah kebijakan pemerintah melalui implementasi New Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mengintegrasikan pelayanan dasar kepada masyarakat secara lebih komprehensif.

Kegiatan PkM ini merupakan salah satu program yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Ditjen Risbang Kemdiktisaintek RI) melalui Program BIMA. Dukungan pendanaan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan masyarakat melalui penguatan kapasitas kelembagaan serta pemberdayaan sumber daya manusia di tingkat desa.

Sebanyak 19 kader Posyandu Mekar Desa Mendatte mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi kader dalam menjalankan fungsi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal, yaitu bidang Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), serta Bidang Sosial.

Materi pelatihan disampaikan secara langsung oleh Tim Pokja IV Pembina Posyandu Kabupaten Enrekang bersama narasumber lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan bidang masing-masing. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman kader mengenai peran strategis Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Hj. Ratnawati Muchlis Yusuf. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKES KAMI yang telah menghadirkan program yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan kader Posyandu saat ini.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada STIKES Kamus Arunika atas inisiatif dan kepeduliannya dalam mendukung transformasi Posyandu di Kabupaten Enrekang. Pelatihan ini bukan hanya menjawab kebutuhan kader untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat implementasi New Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut sehingga Posyandu semakin mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, terintegrasi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Enrekang, Camat Anggeraja, Kepala Puskesmas Kotu, Kepala Desa Mendatte, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pengembangan Posyandu.

Ketua STIKES KAMI, Hairuddin Safaat, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan program pengabdian ini dilandasi oleh kebutuhan nyata di masyarakat sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi kebijakan nasional mengenai transformasi Posyandu.

“Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKES KAMI melihat bahwa implementasi New Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipersiapkan sejak dini sesuai dengan arah kebijakan pemerintah. Desa Mendatte, khususnya Posyandu Mekar, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi contoh pelaksanaan Posyandu yang terintegrasi. Oleh karena itu, kami tidak hanya hadir memberikan pelatihan, tetapi juga berkomitmen mendampingi kader hingga benar-benar mampu mengimplementasikan konsep New Posyandu secara mandiri dan berkelanjutan.”

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberhasilan implementasi program, Tim PkM STIKES KAMI juga menyerahkan satu paket perlengkapan Posyandu modern yang dapat menunjang pelayanan kader di lapangan.

Tidak hanya itu, tim juga mengembangkan dan menyerahkan aplikasi berbasis web yang dirancang khusus sesuai konsep New Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal. Aplikasi tersebut memungkinkan kader melakukan pencatatan laporan masyarakat, pendataan sasaran, pengolahan data secara otomatis, penyimpanan data yang lebih aman, hingga penyusunan laporan yang selanjutnya dapat diteruskan ke pemerintah desa. Untuk memastikan aplikasi dapat dimanfaatkan secara optimal, Tim PkM turut menyerahkan perangkat Wi-Fi portabel beserta paket data internet sebagai fasilitas pendukung operasional.

Ketua Tim PkM STIKES KAMI menjelaskan bahwa transformasi Posyandu tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi memerlukan sistem pendampingan yang berkesinambungan agar kader mampu menerapkan seluruh materi yang telah diperoleh.

Oleh karena itu, rangkaian program pengabdian ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Tim PkM STIKES KAMI akan melaksanakan pendampingan secara berkelanjutan kepada seluruh kader Posyandu Mekar hingga mereka dinilai mampu mengoperasikan aplikasi, mengelola pelayanan enam Standar Pelayanan Minimal, serta menjalankan tata kelola Posyandu yang lebih efektif, modern, dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, STIKES KAMI berharap Posyandu Mekar Desa Mendatte dapat berkembang menjadi model implementasi New Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat serta menjadi percontohan bagi Posyandu lainnya di Kabupaten Enrekang. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan tridarma, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lintas sektor, dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya Posyandu yang transformatif, adaptif, dan berkelanjutan sesuai arah kebijakan nasional. (illa)