Thahar Rum Ajak Tokoh Bersatu, Suaib Makin Dekat Digandeng Indah

776

MASAMBA — Wakil Bupati Luwu Utara, Thahar Rum, bertekad mengalahkan Bupati Incumbent, Indah Putri Indriani (IDP) pada pilkada 2020 mendatang. Hanya saja kata dia, untuk mengalahkan IDP bukan perkara mudah.

” Saya mengajak semua tokoh harus bersatu. Kalau tidak begitu, nonsens (tidak mungkin) incumbent bisa dikalahkan,” katanya saat mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon bupati di Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Utara, Senin (07/10/2019) siang. Sebelumnya, Thahar sudah mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Palopo 31 Januari 1955 ini menyatakan dirinya maju bertarung di pilkada Luwu Utara karena dorongan penuh dari masyarakat. ” Sebenarnya, karena faktor usia saya sudah tidak mau lagi. Tapi karena dorongan begitu besar, saya mengatakan sikap untuk maju,” tegas Ketua DPD Nasdem Luwu Utara itu.

Untuk maju di pilkada, modal kursi Nasdem yang hanya empat kursi di DPRD Luwu Utara belum memenuhi. Butuh koalisi dengan partai untuk mencukupkan syarat minimal tujuh kursi. Saat ini mulai mewacana, sejumlah tokoh-tokoh senior Luwu Utara seperti mantan anggota DPR RI, Muchtar Lutfi, mantan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, Ketua Gerindra, Arsyad Kasmar dan lainnya untuk bersama-sama mendorong satu figur untuk melawan petahana, IDP.

IDP sendiri dinilai masih punya modal kuat bisa terpilih kembali di periode kedua 2020 mendatang. Apalagi, bupati perempuan pertama itu tidak dipusingkan lagi dengan urusan partai. Suaminya, Muhammad Fauzi adalah Ketua DPD II Golkar Luwu Utara. Modal delapan kursi di DPRD sudah memungkinkan untuk mengusung pasangan calon di pilkada.

” Tak ada yang tak mungkin kalau kita bersatu (Pammesai),” kata Thahar Rum. Sementara itu, soal paketnya di pilkada mendatang, mantan Kadis Pendidikan Luwu Utara itu mengaku hingga saat ini belum ditentukan. Guna penentuan paket melibatkan lembaga survei. Faktor lainnya adalah geografis. Thahar yang memiliki basis di wilayah Sabbang harus mengambil paket dari wilayah Bonebone atau Sukamaju.

Sejumlah kalangan menilai,Thahar Rum cukup mumpuni guna menghadapi IDP. Thahar tercatat sudah dua kali maju di pilkada. Pada pilkada 2010 silam, ia maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Ketua Demokrat, Ansar Akib. Namun, perolehan suaranya kalah dibanding pasangan Arjuna-Indah.

Pada pilkada 2015 silam, Thahar kembali maju. Kali ini ia digandeng IDP sebagai Wakil Bupati . Hasilnya, pasangan dengan jargon PINTAR ini berhasil menumbangkan incumbent kala itu, Arifin Junaidi berpasangan dengan Andi Rahim. Salah satu kekurangan Thahar karena tak memiliki sokongan dana yang kuat. Namun, Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse sudah menggaransi akan all out membantu Thahar memenangkan pilkada.

Dukungan juga datang dari mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin dan tokoh-tokoh lainnya. Ketua DPD PAN Luwu Utara Karemuddin menyebut partainya terbuka dan sangat demokratis. “Kami melakukan panjaringan dengan sungguh-sungguh untuk mendapat calon yang terbaik,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Luwu Utara, Suaib Mansyur, disebut-sebut makin dekat digandeng bupati petahana, Indah Putri Indriani. Saat ini, sejumlah relawan Suaib juga mulai menampakkan diri secara terang-terangan. Jelang pilkada, Suaib juga makin sering diberi kesempatan untuk mewakili Indah sebagai bupati pada acara yang melibatkan banyak orang. Misalnya, saat penyerahan bantuan listrik tenaga surya di Malangke beberapa waktu lalu.

Suaib sudah mendaftar di sejumlah partai. Salah satunya adalah Partai Golkar. Untuk posisi Wakil Bupati, hanya Suaib yang mendaftar. Partai berlambang pohon beringin ini dipastikan akan dikendarai oleh Indah. Suaib pada beberapa kali kesempatan belum mau berterus terang apakah akan maju di pilkada Luwu Utara atau tidak. ” Kalau ada relawan yang memasang baliho atau sosialisasi, itu inisiatif mereka sendiri. Itu diluar pengetahuan saya,” katanya.

Indah menganggap Suaib adalah salah satu pejabatnya yang cerdas. ” Sejak saya masih wakil bupati, pak Suaib adalah teman diskusi saya,” kata Indah. Walaupun demikian, Indah mengaku tak tahu sama sekali, apakah Suaib akan maju di pilkada Luwu Utara.

” Waktu mendaftar di Golkar, saya tak tahu. Tak ada juuga penyampaian ke saya bahwa dia mau mendaftar,” ujar Bupati perempuan pertama di Sulsel ini. Soal penentuan paketnya, Indah mengungkapkan pada akhir atau awal tahun 2020. ” Untuk saat ini saya belum mau bicara banyak soal pilkada. Sebagai icumbent masih banyak yang harus saya kerjakan sesuai dengan visi misi saya waktu dilantik,” tandasnya. (adn)