Tragis ! Pengusaha Roti Maros dan Puteranya Tewas Dibunuh, Dua Puterinya Saksikan Ayah dan Kakaknya Dibantai

356
Tragis nasib dialami Makmur, 53 tahun. Pengusaha Roti Maros ini tewas bersama puteranya, Abdillah, 27 tahun. Bapak dan anak ini diduga korban pembunuhan.
ADVERTISEMENT

MAROS–Tragis nasib dialami Makmur, 53 tahun. Pengusaha Roti Maros ini tewas bersama puteranya, Abdillah, 27 tahun. Bapak dan anak ini diduga korban pembunuhan.

Pembunuhan tragis Makmur bersama anaknya ini terjadi di Kawasan Maccopa, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Rabu (6/12/2023) dini hari . Putri bungsu korban berinisial AN (17) mengatakan pembunuhan terjadi di lantai dua rumahnya.

ADVERTISEMENT

AN mengaku awalnya tidur di lantai 3 rumah dan tiba-tiba terbangun karena mendengar keributan. AN yang penasaran lalu keluar dari kamar dan menemukan kakak perempuannya, UH (22) sedang mengintip ke lantai 2 rumah.

“Saya tahunya sekitar jam setengah 5, saya terbangun mendengar kerusuhan yang kayak besar sekali,” ujar AN di Maros, Rabu (6/12/2023) malam, dilansir KORAN SERUYA dari detik.com.

UH yang dari tadi mengintip tidak menyadari adiknya sudah terbangun dan berada di belakangnya. Namun korban Makmur menyadari kedua putrinya sedang mengintip sehingga menyuruh keduanya untuk segera berlindung.

“(Kakak saya UH) na tahan pintu saya kasi jaket warna yang gelap hitam sama abu-abu di sela pintu supaya dikira enggak ada orang atau mungkin masih tidur begitu,” kata AN.

AN dan UH kemudian menenangkan diri di kamar sembari berusaha menghubungi keluarganya. Tak sampai di situ, AN juga bergegas menelepon aparat kepolisian dan direspons pada percobaan kedua.

“Saya telepon polisi lagi, lalu untungnya diangkat saya melapor ini itu mereka bergerak ke lokasi. Setelah 15 menit suara mulai reda, jadi kakak saya cek keluar,” katanya.

Menurut AN, dia dan kakaknya tetap berlindung di dalam kamar kendati tak terdengar lagi keributan di lantai 2. Keduanya baru berani keluar kamar setelah mendengar suara pamannya yang bernama Udin.

“Jadi setelah mendengar teriakan itu kita berdua sadar kalau pelakunya sudah tidak ada. Jadi langsung turun keluar kamar ke lantai dua,” katanya.

AN meyakini ayahnya tidak sedang terlibat permasalahan dengan orang lain. Dia juga meyakini hal serupa terhadap kakaknya, Abdillah. “Bapak saya sering bantu orang. Kalau ada masalah pun dia bicarakan baik-baik. Kakak saya jarang keluar karena membatu buat roti,” kata AN.

Kapolres Maros AKBP Awaluddin mengatakan pihaknya masih memeriksa keterangan sejumlah saksi untuk mendalami identitas pelaku. Polisi juga masih memeriksa jasad korban.

“Terkait dengan seperti apa petunjuk yang kami dapatkan kami hanya memohon seluruh masyarakat (mendoakan)” katanya.

Sementara itu, Kasat Resmob Polda Sulsel Kompol Benny Pornika mengatakan pihaknya ikut mendalami kasus pembunuhan sadis ini. Berdasarkan analisa awal pihak kepolisian, kuat dugaan kedua korban tewas dibunuh perampok yang mencoba menyatroni rumahnya. “Iya ini dugaannya perampokan,” ujar Benny.

Kendati demikian, Benny menegaskan pihaknya masih berupaya mengidentifikasi pelaku. Dia juga menegaskan belum ada pelaku yang diamankan. “Baru saksi-saksi diperiksa,” kata Benny. (***)

 

ADVERTISEMENT