Walikota Palopo Minta Warga Beli Hewan Lokal untuk Kurban, Ini Alasannya

52
Walikota Palopo, HM Judas Amir bersama Ketua DPRD Palopo, Hj Nurhaenih serta unsur Forkominda Palopo mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual jelang Perayaan Hari Raya Idul Adha 1443H Tahun 2022, Rabu (6/7/2022).
ADVERTISEMENT

PALOPO–Walikota Palopo, HM Judas Amir, meminta kepada umat muslim yang akan berkurban pada Hari Raya Idul Adha 1434 H yang jatuh pada 10 Juli 2022 mendatang, agar membeli hewan lokal di Palopo, seperti sapi, kerbau, dan kambing.

Ajakan Walikota Palopo tersebut sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di berbagai daerah di Indonesia saat ini.

ADVERTISEMENT

“Kalau ada hewan kurban ataupun pasok daging kurban dari luar Palopo, kita akan tolak. Saya imbau warga yang hendak berkurban sebaiknya membeli hewan lokal saja, untuk kebutuhan qurban,” kata Judas Amir, saat mengikuti Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual jelang Perayaan Hari Raya Idul Adha 1443H Tahun 2022, Rabu (6/7/2022), kemarin.

“Jangan ada hewan dari luar yang masuk ke Palopo, karena kita tidak tahu apakah hewan tersebut sehat atau terjangkit virus PMK,” lanjut Judas Amir, didampingi unsur Forkominda Kota Palopo, dalam rapat koordinasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Judas Amir menyatakan, Pemkot Palopo bersama pihak terkait akan memperketat keluar masuknya hewan kurban ke Kota Palopo mulai di perbatasan wilayah selatan Palopo, di Sampoddo, pintu gerbang wilayah utara di Telluwanua, termasuk pintu gerbang perbatasan Palopo dengan Toraja Utara di Kecamatan Wara Barat.

“Sejumlah kecamatan akan berperan sebagai pintu masuk hewan kurban dari luar dan akan dilakukan upaya pemeriksaan ketat hewan kurban di Kota Palopo,” katanya.

Tak hanya itu, Judas Amir mengatakan, pihaknya akan memperketat penyembelihan hewan kurban. Bahkan, Judas Amir mengusulkan agar pemotongan hewan kurban sebaiknya dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) dengan pengawasan ekstra dari petugas terkait, dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, yang memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 H se Sulsel tersebut, mengatakan perlu kehati-hatian dalam menerima maupun mengirim hewan setelah adanya edaran menteri terkait Foot and Mouth Disease (FMD) di beberapa provinsi di Indonesia.

Diketahui, virus tersebut merupakan penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus. Untuk itu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulsel kompak membahas dan menindaki penyebaran dan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tersebut.

“Ini adalah tugas yang dilakukan antara seluruh daerah yang ada di Indonesia. Maka saatnya sekarang, secara simultan kepala daerah sama-sama fokus menghadapi masalah ini,” ungkap Abdul Hayat, Rabu 6 Juli 2022.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Hayat memberikan kesempatan kepada Bupati Bone, Bupati Sinjai dan Walikota Palopo untuk menyampaikan kendala soal kebutuhan hewan kurban di daerah masing-masing. “Mungkin saja ada dari teman-teman yang lain, yang ingin mendapatkan penjelasan secara teknis untuk daerah seperti Toraja Enrekang, Bulukumba, Bone dan daerah lainnya,” lanjut Abdul Hayat.

Sementara itu, Karo OPS Polda Sulsel, Kombes Pol Abdul Rizal, menyampaikan, pihak kepolisian sudah melakukan pemantauan dan menyiapkan pos-pos keamanan khusus untuk Hari Raya Idul Adha. “Izin menyampaikan, kami sudah menyiapkan pos-pos keamanan khusus untuk setiap perbatasan dan ada juga titik lainnya,” ucapnya.

Mewakili Pangdam Hasanuddin, Infanteri Agustatius Sitepu menyampaikan, menghadapi kasus seperti virus khusus hewan merupakan tanggung jawab moral bagi semua, terutama TNI untuk mengawal. “Jadi kami dari Kodam siap membantu untuk bagaimana menyambut Hari Raya Idhul Adha,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asintel Kejati Sulsel, Dr Yosta Komi mengajak stakeholder untuk sama-sama menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait dengan virus hewan. Menurut dia, kerja Dinas Kominfo menjadi penunjang penyebaran informasi yang akurat untuk dikonsumsi masyarakat umum. Apalagi informasi terkait perbedaan hari pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

“Mari kita sama-sama Kominfo untuk melihat bagaimana perbedaan informasi terkait perbedaan Hari Raya Idul Adha. Kita semua sama-sama bekerja, mudah-mudahan tidak ada masalah untuk persiapan penyambutan Hari Raya Idul Adha,” tutupnya. (liq)

ADVERTISEMENT