Warga Desa Banyuwangi Gelar Syukuran, Kampungnya Diaspal Pemkab Lutra

34
ADVERTISEMENT

Luwu Utara — Pembangunan jalan berupa pengaspalan di Desa Banyuwangi Kecamatan Sukamaju Selatan menjadi kesyukuran tersendiri bagi masyarakat. Bagaimana tidak, meski bukan ruas utama, Pemerintah Daerah tetap memberi perhatian pada ruas jalan tersebut.

Atas kesyukuran itu, warga menggelar Tasyakuran yang dihadiri oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani bersama Ketua DPRD Luwu Utara, Basir, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karimuddin, Kepala DPUTRKP2, Muharwan, dan Camat Sultan, Fatmawati.

ADVERTISEMENT

“Ada total sekira Rp.7 Miliyar anggaran pembangunan yang masuk di Desa Banyuwangi, termasuk program PISEW yang merupakan aspirasi Bapak Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi. Mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian ibu bupati bersama jajaran, sebab jika dibanding jumlah penduduk, program yang masuk ini sangat besar,” terang Kepala Desa Banyuwangi, Nurhadi.

Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, untuk intervensi dalam sebuah pembangunan butuh pertimbangan teknis maupun non teknis. “Salah satunya menjadikan ruas ini menjadi ruas alternatif. Sebab kita tidak pernah tahu apa terjadi ke depan, belajar dari kasus bencana yang lalu, maka kami berpikir membuat jalur-jalur alternatif sehingga kalau terjadi sesuatu di jalur utama itu ada jalur alternatifnya,” kata Indah yang juga turut mengikuti jalan santai dan senam sebagai rangkaian syukuran warga pagi tadi.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengatakan pembangunan infrastruktur transportasi di Kabupaten Luwu Utara diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar wilayah serta mendukung pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

“Tentu kami berharap komitmen pemerintah dapat didukung oleh masyarakat dengan menjaga apa yang telah dibangun. Juga salah satunya sebagai warga Negara untuk membayar pajak, dan sebagai umat muslim untuk membayar zakat,” pinta bupati perempuan pertama di Sulsel ini. (rls/roy)

ADVERTISEMENT

 

ADVERTISEMENT