LUWU — Kejadiaan naas menimpa Mardi (31), warga Desa Seba-seba Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Ia mengembuskan nafas terakhirnya, Jumat (11/5/18) sore di RSUD Sawerigading.

Informasi yang dihimpun, Mardi menghembuskan nafas terakhirnya setelah dua pucuk busur bersarang di bagian perut dan punggungnya. Kejadiannya pada Kamis (10/5/18) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat itu, Mardi yang berprofesi sebagai pelaut dibonceng menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat oleh Erwin (19) pulang dari rumah rekannya, Habil.

Dalam perjalanan, saat melintas di depan rumah Lid (19), Erwin melihat banyak pemuda. Erwin dan Mardi pun diberhentikan.

Mardi langsung turun dari sepeda motor. Entah apa yang memicu sehingga Mardi langsung dipukul. Melihat itu, Erwin langsung pulang melapor ke Hendra, sepupu Mardi.

Erwin dan Hendra langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hanya saja, sebelum tiba di TKP, Erwin dan Hendra melihat Mardi berjalan berlumuran darah dengan dua buah busur bersarang di badan tepat di depan SDN 100 Singgasari.

Erwin dan Hendra sempat terus lanjut ke TKP untuk mencari pelaku, namun sayang mereka sudah kabur. Mardi juga langsung dilarikan ke RSUD Sawerigading untuk mendapatkan perawatan.

Kejadian ini sudah di tangani oleh Polsek Walenrang dan sampai saat ini pelaku belum tertangkap.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap,” ungkap Hendra. (eca)

Korban saat mendapat perawatan di RSUD Sawerigading. Nampak busur masih menancap di bagian perut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 2 =