Apresiasi Kepala BKKBN Untuk Pemkot Palopo, Angka Stunting Sisa 19 Persen

20
ADVERTISEMENT

PALOPO —  Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Hasto Wardoyo apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo atas penurunan angka stunting.

Sekda Palopo, Firmanza DP mengungkap penurunan angka stunting di Palopo merupakan usaha Pemkot yang melibatkan seluruh pihak dalam proses intervensi.

ADVERTISEMENT

“Penurunan angka stunting di Kota Palopo cukup signifikan karena Pemerintah Palopo bekerjasama dengan seluruh pihak seperti ASN, TNI/Polri hingga perguruan tinggi,” kata Firmanza DP, Rabu (12/6/2024).

Usaha Pemkot menurunkan angka stunting dengan segala upaya pencegahan dan penanganan membuahkan hasil yang memuaskan.

ADVERTISEMENT

“Awal PJ Wali Kota Palopo, Asrul Sani menjabat pada September 2023 ada 228 kasus stunting di Palopo dan saat ini hanya tersisa 78 kasus. Penurunan tersebut sangat luar biasa dan membanggakan,” tambahnya.

Sementara, Penjabat (Pj) Wali Kota Palopo, Asrul Sani menyebut jika saat ini ada 12 kelurahan di Kota Palopo yang zero stunting.

“Ini berkat kolaborasi dan kerja sama kita semua. Semua ini dilakukan karena menyangkut generasi kedepan bangsa Indonesia,” ujarnya.

“Kami berharap kedepannya Kota Palopo dapat menzerokan stunting. Selaku Pemerintah Kota Palopo kami juga berharap bahwa bapak kepala BKKBN RI dapat selalu memberikan arahan dan bimbingan terkait dengan hal ini,” harapnya.

Saat kunjungan dan lakukan kick off intervensi serentak pencegahan stunting di Kota Palopo, Hasto Wardoyo apresiasi kinerja Pemkot turunkan angka stunting secara signifikan.

“Saya melihat di Kota Palopo ini sangat bagus. Penurunan angka stunting sangat signifikan dan luar biasa,” kata Hasto Wardoyo.

Hasto Wardoyo mengungkap adanya perbedaan antara angka stunting Palopo di Survey Kesehatan Indonesia (SKI) dengan data e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Bahkan katanya, capaian data E-PPGBM yang by name by address hanya 1,98% mengalahkan Kota-kota besar di Pulau Jawa.

“Data stunting di SKI terlalu tinggi, makanya perlu melakukan pengecekan secara langsung. Setelah melihat langsung kondisi di Kota Palopo, saya percaya bahwa angka stunting di Palopo hanya 1,9 persen,” jelasnya.

“Baru kali ini anak teridentifikasi stunting dibagi habis kepada TNI, Polri, Perguruan Tinggi, Perangkat Daerah sebagai bapak dan Bunda asuh,” sambungnya.

Dia mengungkapkan, gotong royong adalah kekuatan yang besar, dari 228 kasus tersisa 78 kasus stunting. Ini hal yang sangat luar biasa.

“Terima kasih kepada bapak Pj Wali Kota Palopo beserta jajaran atas kerja samanya dalam penurunan stunting,” ungkap Hasto. (*)

ADVERTISEMENT