Bulog Palopo Klaim Stok Beras Cukup Hingga Februari 2020

181
ADVERTISEMENT

PALOPO – Perum Bulog subdivre Palopo masih terus berusaha menyerap beras hasil dari penggilingan beras lokal secara maksimal. Dimana pegawai Bulog baik satuan kerja pengadaan maupun staf di gudang-gudang berusaha turun ke lapangan untuk melakukan penyerapan.

Hanya saja, sebagian besar penggilingan lokal tidak beroperasi dikarenakan pengusaha penggilingan beras di Luwu Raya masih mengandalkan bahan baku dari panen setempat/lokal. Mereka tidak melakukan pembelian gabah dari daerah luar luwu raya.

ADVERTISEMENT

Kecuali bagi pengusaha penggilingan besar yang sudah memiliki langganan tetap untuk menjaga supply ke langganan mereka. Adapun skema penyerapan beras oleh Bulog saat ini melalui pola Buy To Built Stok (BTBS) untuk cadangan beras dan Buy To Sell (BTS) untuk penjualan komersial.

Wakasub Divre Bulog Palopo Kepada Koran SeruYA, Akhmad Ronni Anwar mengatakan masalah yang dihadapi oleh Bulog subdivre Palopo akibat belum adanya panen di wilayah Luwu Raya tidak berpengaruh secara signifikan. Sebab sampai saat ini bulog masih memiliki stock beras hingga 5.300 ton di seluruh gudang subdivre Palopo.

ADVERTISEMENT

“Walaupun serapan beras kami masih sdikit untuk semester 2 yang berjalan, stock kami masih cukup sampai bulan februari tahun 2020 nanti,” kata Akhmad Ronni saat di temui di ruang kerjanya belum lama ini.

Akhmad Ronni menambahkan, selain penyerapan beras, pihaknya juga gencar melakukan penyaluran beras program Ketersediaan Pasokan da Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium ke pasar dan rumah pangan. Itu dilakukan untuk menstabilkan harga beras kepada masyarakat baik di Luwu Raya maupun tana toraja.

“Rata-rata perhari kami menyalurkan paling sedikit 2 ton beras ke pasar-pasar dan rumah pangan yang ada di luwu raya dan toraja,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan perum bulog juga menyiapkan beras medium bagi kios-kios barang campuran. Dengan syarat bersedia membantu Bulog dalam menstabilkan Harga beras Medium dimana beras tersebut benar-benar dijual untul masyarakat umum/konsumen akhir bukan untuk dijual kembali kepada pedagang beras. Harga yang dipasarkan oleh bulog yakni senilai Rp 8.100 per kg af gudang bulog. Dan beras yang dijual penyalur kepada masyarakat malsimal Rp 9 ribu per kg – sesuail HET yang berlaku. (jun)

ADVERTISEMENT