Buntut Jatuhnya Korban Jiwa Bentrok Mancani Palopo, Warga Uri Tak Dibolehkan Panen Padi

557
Situasi Mancani. (Foto : Humas Polres Palopo)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Polres Palopo melakukan pengamanan terhadap panen padi warga Lingkungan Uri, Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Senin (22/11/2021).

Pengamanan itu dilakukan lantaran, sekitar 100 orang warga Lingkungan Batu, Kelurahan Mancani, Kota Palopo menolak mereka melakukan panen padi. Penolakan tersebut ialah buntut dari bentrokan dua kelompok yang menewaskan satu pemuda dari warga Batu.

Dalam aksi penolakan itu, warga Batu membawa spanduk berukuran 3×1 meter yang bertuliskan ‘Gabah dikawal pelaku berkeliaran’. Warga Batu meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap pelaku kerusuhan yang menyebabkan rekan mereka meninggal.

Warga juga menolak sawah milik warga lingkungan Uri yang berada di wilayah mereka untuk dipanen sebelum pelaku pembunuhan ditangkap aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

Untuk meredam aksi warga tersebut, Kapolres Palopo, AKBP Muhammad Yusuf Usman turun tangan. Perwira dua melati itu bersilaturahmi dengan keluarga korban. “Kami minta kepada pihak keluarga agar percayakan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ungkap AKBP Muhammad Yusuf.

Kapolres Palopo juga melakukan silaturahmi dengan warga Lingkungan Uri. Bersama para anggotanya, Yusuf Usman mendatangi tokoh pemuda dan adat di daerah tersebut.

“Hari ini saya berkantor namun belum sempat masuk ke ruangan. Saya langsung luangkan waktu untuk mendengar masukan warga Kelurahan Mancani. Saya mengaharapkan dukungan besar dan kesabaran dari warga Lingkungan Uri,” jelas Kapolres Palopo.

Kapolres Palopo meminta warga Lingkungan Uri untuk bersabar terkait panen padi. “Tolong bersabar hingga proses hukum selesai. Insya Allah, kami akan lanjutkan panen padi tersebut secepat mungkin,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Lingkungan Uri mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Palopo lantaran mau terjun langsung mengatasi permasalahan ini. Mereka juga menyerahkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian untuk dicarikan solusi.

“Kami ikhlas tidak bisa memanen padi. Ini demi menghindari gesekan antar warga. Tapi jika kami sudah diperbolehkan memanen padi, tolong beritahukan kami segera, karena padi adalah sumber penghidupan kami,” ucap salah satu warga. (liq)

ADVERTISEMENT