Diduga Depresi, Guru di Palopo Pilih Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

4313
Jenazah korban saat akan dibawa ke Luwu Timur. (Foto : Haswan Hasanuddin)
ADVERTISEMENT

PALOPO — Seorang Guru SMK di Palopo, ditemukan meninggal tergantung di rumahnya, Blok A3 nomor 9 Perumahan Graha Jannah Zarindah, Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan, Rabu (9/3/2022).

Korban diketahui bernama I Wayan Kuta Atmadja (50). Ia ditemukan oleh keponakannya dalam keadaan tergantung dalam posisi leher terlilit dengan sarung.

ADVERTISEMENT

Wayan, yang selama ini tinggal sendiri di rumahnya, beberapa bulan terakhir memang sering mengeluhkan gangguan psikologis yang membuat kesehariannya sering gelisah. Hal itu diungkapkan Ketua RW 03 Perumahan Graha Jannah Zarindah, Rahman.

“Dulunya dia tinggal sendiri, tetapi karena akhir-akhir ini selalu mengengeluh psikologisnya terganggu akhirnya dia ditemani sama keponakannya,” katanya.

ADVERTISEMENT

Selain itu Rahman, mengatakan awalnya I wayan, pertama kali ditemukan oleh salah satu keponakannya saat pulang kuliah sekira pukul 13.00 WITA dengan kondisi tergantung dan sudah tidak bernyawa.

“Sudah itu datang mi juga ponakannya satu yang kerja di rumah sakit At-Medika, disitu mi saya dapat info juga dari grup WA,” ungkap Rahman.

Sementara itu, kerabat korban, Hasbi mengaku akhir-akhir ini memang melihat ada kelainan dari rekan kerjanya itu. Bahkan, korban selalu bercerita tentang apa yang ia rasakan.

“Fisiknya sehat. Dua hari yang lalu dia datang ke sekolah. Tapi memang tadi tidak masuk kerja. Selama ini dia tidak ada penyakit fisik yang dikeluhkan, tapi seperti depresi saja,” kata Hasbi.

Sebelum melakukan bunuh diri, Wayan sempat menulis sepucuk surat yang bertuliskan “Maafkan sy ibu & dadong Made, Tiang pergi,” tulisnya dalam bahasa Bali.

Pihak kepolisian dari Polsek Wara Selatan, sempat meminta kepada keluarga agar jenazah korban diautopsi. Namun keluarga menolak. Mereka sudah Ikhlas dengan kejadian ini. Selain itu, Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah.

Kini jenazah I wayan, telah dibawa ke kediaman keluarganya di Mangkutana Kabupaten Luwu Timur, menggunakan ambulans Pemda Luwu Timur. (hwn/liq)

Note : Pembaca budiman, Redaksi Koran SeruYA tidak menyarankan untuk melakukan bunuh diri. Jika ada permasalahan yang sulit dipecahkan, silahkan berbagi ke orang terdekat. Bila ada keinginan dan hasrat untuk mengakhiri hidup, segera konsultasi ke psikolog. Bunuh diri bukanlah solusi mengatasi masalah

ADVERTISEMENT