Dua Anaknya Dipasung karena Alami Gangguan Jiwa, Warga Bua Luwu Ini Berharap Bantuan Pemerintah

939
-Diusianya yang sudah tua, pasangan suami-istri Abdul Salam (81) dan Halima (60), warga Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel ini tetap iklas mengurus dua orang anaknya yang mengalami gangguan jiwa sejak usia remaja. Dua anaknya, yakni Anita (34) dan Saldi (31). Mereka berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Luwu.

BELOPA–Diusianya yang sudah tua, pasangan suami-istri Abdul Salam (81) dan Halima (60), warga Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel ini
tetap iklas mengurus dua orang anaknya yang mengalami gangguan jiwa sejak usia remaja. Dua anaknya, yakni Anita (34) dan Saldi (31). Mereka berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Luwu.

Untuk diketahui, Anita yang hanya lulusan SMP tahun 2001 dan mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2003, yang diawali dengan panas demam yang tinggi. Kedua orang tuanya sempat membawa Anita ke rumah sakit, namun kondisi keterbatasan biaya tidak memungkinkan untuk merawat Anita berlama lama di rumah sakit sehingga harus keluar.

“Saat kami bawa berobat ke rumah sakit kami terpaksa mengutang dulu demi membiayai pengobatannya. Waktu itu tidak ada perubahan pada Anita, namun karena keterbatasan biaya, kami terpaksa harus keluarkan dari rumah sakit,” kata Abdul Salam kepada KORAN SERUTA, Jumat (29/11/2019).

Kondisi Anita yang tidak mengalami perubahan, kedua orang tuanyapun mencoba membawa Anita ke dokter ahli syaraf, dan diberikan obat. Namun Anita tidak mau mengkonsumsi obat sehingga kondisinya semakin menjadi bahkan sempat dipasung bertahun-tahun.

“Dari dokter ahli syaraf, kondisi Anita semakin jadi, bahkan sering mengamuk, sehingga kami sempat memasungnya selama 15 tahun lebih dan baru sekitar 6 bulan ini kami lepas dari pasungan karena kondisi fisiknya kini lemah dan hanya bisa terbaring saja,” ucap Salam.

Tak hanya itu, satu anaknya lagi, yaitu Saldi yang juga mengalami hal yang sama, ia mengalami gangguan jiwa saat umur 24 tahun, dan terpaksa harus dipasung selama 7 tahun karena kerap mengamuk. Padahal sebelumnya Saldi sempat bekerja di sebuah perusahaan untuk menghidupi keluarganya.

-Diusianya yang sudah tua, pasangan suami-istri Abdul Salam (81) dan Halima (60), warga Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel ini tetap iklas mengurus dua orang anaknya yang mengalami gangguan jiwa sejak usia remaja. Dua anaknya, yakni Anita (34) dan Saldi (31). Mereka berharap ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Luwu.

“Dulu, Saldi bekerja di sebuah perusahaan, namun sewaktu dia kerja, Saldi sering merasakan panas, dan sering bikin masalah dengan temannya, hingga akhirnya mengalami gangguan jiwa. Kami pun terpaksa memasungnya karena sering keluar ke jalan raya dan mengejar orang,” ujar Salam.

Saldi sempat dirawat di RS Dadi Makassar dan kondisinya sempat membaik hingga harus pulang ke rumah, namun, satu bulan kemudian Saldi kembali kambuh.

“Saat ini, kondisi Saldi tidak jauh beda dengan kakaknya yaitu badan lemas,karena kondisi itu, kami melepas pasungnya, Saldi hanya bisa telungkup di tempat tidur karena fisiknya yang lemah, dan Anita terus berbaring,” tutur Abdul.

Abdul Salam dan istrinya hanya bisa pasrah dan terus berupaya sebisa mereka untuk merawat kedua anaknya sambil bekerja secara serabutan dengan cara mengumpulkan Daun Sagu untuk membuat atap rumbia demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sebenarnya, Abdul dan istrinya berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah, namun sayang bantuan tak kunjung datang.

“Setiap hari kami mengurusnya, kalau penyakitnya kambuh dan parah lagi,kami tidak bisa berbuat apa apa, tidak bisa mengambil daun sagu untuk buat atap, karena harus dijaga, kalau mau makan yah apa adanya saja kami pasrah saja sama yang kuasa. Menghapakan bantuan dari pemerintah daerah rasanya mustahil,” pungkasnya. (fit)