Ini Motif Duda di Walbar Luwu Tikam Mahasiswi STIKES Asal Makassar

558
Duda di Luwu menkam mantan pacar karena cintanya ditolak. (Foto: Istimewa)
ADVERTISEMENT

BELOPA–Penyidik Polsek Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengungkap motif dibalik kasus penikaman Espin alias Esp, 20 tahun, mahasiswi salah satu STIKES di Kota Makassar, yang tinggal di Desa Lamasi Hulu, Kecamatan Walenrang Barat (Walbar), Kabupaten Luwu.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat OlehMW Quiz

Pelaku bernama Marson alias Mar, 20 tahun, ternyata menaruh sakit hati kepada korban. Sebab, sesuai pengakuan Mar didepan polisi, niat pelaku ingin merajut kembali asmara dengan korban yang sempat putus, ditolak korban.

ADVERTISEMENT

Akhirnya, pelaku yang juga warga Desa Lamasi Hulu, Kecamatan Walenrang Barat ini menikam korban menggunakan badik hingga nyaris tewas. Korban ditikam badik sebanyak 4 kali, yakni tiga tikaman di bagian perut dan 1 di bagian paha.

“Motifnya murni pelaku sakit hati karena cintanya ditolak korban. Pelaku ingin merajut kembali asmara dengan korban, namun ditolak korban. Penolakan ini tidak diterima pelaku sehingga dia menikam korban,” jelas Kapolsek Walenrang, AKP Samuji, Rabu (24/6/2020).

ADVERTISEMENT

Mar sempat menjalin asmara dengan Esp. Namun, di tengah perjalanan hubungan asmara mereka, Mar menikah dengan gadis lain. Namun, setelah Mar pisah dengan istrinya, dirinya ingin kembali memadu kasih dengan mantan pacarnya.

AKP Samuji mengatakan, pihaknya telah menahanm Mar setelah sebelumnya ditangkap atas laporan dari pihak korban. Unit Reskrim Polsek Walenrang langsung mengejar pelaku. Mar ditangkap saat ingin kabur dari kampungnya, Selasa (23/6/2020) sore lalu.

Dikatakan AKP Samuji, Mar diamankan di daerah perbatasan Luwu dengan Kabupaten Toraja Utara. “Enam jam setelah kasus penikaman, pelaku diamankan. Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang sudah membantu kami menangkap pelaku,” ujar AKP Samuji.

Untuk diketahui, hingga Rabu (24/6/2020), Esp masih dirawat intensif di RSUD Sawerigading Palopo. (iys)

ADVERTISEMENT