Dua Pemerhati ini Pertanyakan Lapangan Terbuka di Lutim Jadi Venue Pra Porprov di Masa Pandemi, Mengapa Bukan di Stadion La Galigo Palopo Saja?

104
ADVERTISEMENT

PALOPO——Ditunjuknya Sorowako Luwu Timur dan daerah lain di Sulsel yang notabene tidak memiliki stadion untuk jadi tuan rumah perhelatan Pra Porprov Sulsel cabang olahraga (Cabor) sepak bola dikritisi Syamsiar Syam, pemilik Palopo Football Academy (PFA), salah satu sekolah sepakbola junior di kota idaman.

Bunda Manohara, sapaan akrab perempuan yang dikenal sebagai pegiat sosial media itu merasa heran, di saat virus Corona sedang marak kembali, dan imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat, tapi Asprov PSSI Sulsel malah menunjuk tuan rumah yang tidak memiliki stadion sebagai tuan rumah.

ADVERTISEMENT

“Saya pertanyakan di masa Pandemi ini, hanya lapangan sepakbola, bukan stadion yang digunakan Asprov PSSI saat menggelar event Pra Porprov, padahal kita masih di masa Pandemi Covid-19, kasus aktif semakin meningkat, Pemerintah melarang kerumunan. Apa masuk akal lapangan terbuka tidak ada kerumunan yang tentu bakal melanggar Prokes?,” semprot Bunda Mano yang juga Wakil Ketua DPW JOIN Sulsel itu.

Untuk itu, ia meminta, agar Asprov PSSI Sulsel lebih bijaksana dan meninjau ulang penunjukan kabupaten/kota di Sulsel yang tidak punya Stadion.

Senada, pemerhati dan sekaligus aktivis sosial, Abdul Rauf Dewang, saat dihubungi Rabu (14/7) juga mempertanyakan kriteria penunjukan Luwu dan Lutim sebagai tuan rumah Pra Porprov sedangkan status kedua kabupaten itu juga bukan Zona Hijau.

OKK Pemuda Pancasila Luwu Timur tersebut meminta agar semua pihak benar-benar serius menjaga kesehatan masyarakat dengan tidak abai pada aturan soal PPKM Mikro dan penerapan Protokol Kesehatan.

“Jangan sampai kita lalai, muncul Cluster Pra Porprov di kab/kota di Sulsel. Kalau digelar di Stadion, minimal ada penyaringan penonton saat masuk ke dalam venue, jarak mereka bisa diatur di Tribun Tertutup maupun Terbuka, beda dengan lapangan terbuka, penonton susah dikontrol,” tandas Rauf.

“Yang jelas saya menyayangkan sikap Asprov PSSI Sulsel yang menunjuk Luwu Timur sebagai tuan rumah Pra Porprov Group 6, sedangkan status kabupaten Lutim bukan Zona Hijau, jika hal ini benar terjadi maka hal ini tentu tidak bisa ditolerir, mengingat selain status Lutim bukan zona hijau juga saat ini kegiatan dimana terjadi perkumpulan orang banyak sangat ketat ditiadakan.”

“Sebagaimana saat acara anniversary komunitas motor beberapa waktu lalu yang dibubarkan dan tidak diberi izin dengan alasan bukan zona hijau,” tegasnya.

Lanjut dia, ini akan menjadi boomerang dan terkesan tidak konsisten dengan sikap Tim Gugus Covid-19 serta penerapan izin keramaian yang seolah tebang pilih.

Selain itu, Luwu Timur juga tidak memiliki stadion sehingga jika dilaksanakan di tempat terbuka / lapangan justru akan mengundang kerumunan yang tidak terkontrol.

Untuk diketahui, Asprov PSSI Sulsel telah menunjuk 6 daerah sebagai tuan rumah penyelenggaraan event Pra Porprov tahun ini, yakni, Makassar, Maros, Bone, Parepare, Luwu dan Luwu Timur.

Palopo yang notabene memiliki stadion ternyata harus bergabung di Group 6 bersama tuan rumah Luwu Timur dan Toraja Utara.

(*)

ADVERTISEMENT