Jalan Trans Sulawesi Masih Diblokade Massa, Kapolsek Sebut Lagi Menunggu Dua Pejabat Luwu Ini

8245

Walmas — Unjuk rasa yang digelar Mahasiswa Walenrang-Lamasi yang tergabung dalam Aliansi Wija To Luwu hingga saat ini pukul 21.18 Wita masih berlangsung, Kamis (14/11/2019).

Akibat dari aksi tersebut, terjadi kemacetan sepanjang 5 KM dari arah Utara dan Selatan Jalan Trans Sulawesi di Kilometer 20.

Kapolsek Walenrang, AKP Rafli yang dimintai konfirmasi mengatakan, saat ini masih menunggu instruksi dari atasan.

” Kami masih mempertimbangkan hal-hal terburuk jika aksi mereka dibubarkan secara paksa,” katanya saat dihubungi via telepon.

“Kami juga menunggu kedatangan Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, dan ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali,” terangnya.

Saat berita ini dilansir, kondisi terakhir di Jembatan Desa Bolong, trans Sulawesi di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan semakin tidak kondusif.

Sementara itu beberapa pengguna Jalan Trans Sulawesi sudah sangat mengeluhkan aksi mahasiswa tersebut yang belum juga dibubarkan oleh aparat kepolisian.

” Kami terjebak disini sudah berjam-jam, tapi pihak aparat kepolisian belum juga membubarkan mereka. Padahal ini sudah melewati batas waktu yang sudah ditentukan untuk melakukan unjuk rasa yaitu pukul 18.00 Wita,” kata salah seorang pengendara yang namanya tidak ingin dipublikasikan.

Adapun tuntutan Aliansi Wija To Luwu yaitu mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera memekarkan Luwu Tengah.

Dan aksi kali ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiwa atas adanya sikap Pemerintah Pusat yang seolah menganaktirikan daerah mereka. (Fit)