Puluhan Sekolah Mulai Ujicoba Belajar Tatap Muka di Luwu, Basmin Mattayang: Alhamdulillah, Semua Memenuhi Syarat

98
Bupati Luwu, Basmin Mattayang didampingi Kadis Pendidikan Luwu, Hasbullah memantau pelaksanaan ujicoba PTM di berbagai sekolah di Luwu, Rabu (1/9/2021).
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Sulsel, mulai mengujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Rabu (1/9/2021). Puluhan sekolah tingkat SD dan SMP dijadikan sampel pelaksanaan ujicoba PTM di Luwu.

Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu, Hasbullah, memantau pelaksanaan TPM tersebut. Pemantauan uji coba PTM ini dilakukan Basmin tidak hanya di dalam Kota Belopa, tetapi juga sekolah diluar ibukota Kabupaten Luwu.

ADVERTISEMENT

Sekolah yang dipantau, diantarnaya SD Negeri 22 Belopa, SMP Negeri 1 Belopa, SMP Negeri 2 Belopa, SMP Negeri 1 Bupon, SD 160 Ponrang, SD 65 Bua, SMP 1 Bua.

Bupati Basmin mengapresiasi kesigapan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu yang menjalin koordinasi dengan Satgas Covid-19 sehingga protokol kesehatan dapat terpenuhi pada setiap sekolah yang menjadi sampel.

ADVERTISEMENT

“Dari 8 sekolah yang kita kunjungi, Alhamdulillah, semua memenuhi protokol kesehatan di sekolah. Bahkan ada yang berlebih dengan membuat tempat pencucian tangan secara permanen,” ungkap Basmin usai memantau sekolah.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang didampingi Kadis Pendidikan Luwu, Hasbullah memantau pelaksanaan ujicoba PTM di berbagai sekolah di Luwu, Rabu (1/9/2021).

Basmin berharap kepada orangtua/wali siswa agar tidak takut karena ini merupakan kelonggaran Pemerintah Pusat. Dia berpesan agar anak-anak dibekali dengan sistem protokol kesehatan yang baik.

ADVERTISEMENT

“Kita berharap agar pembelajaran tatap muka ini tidak berhenti lagi,” imbuh Basmin.

“Tanggapan orangtua atas terbukanya PTM ini sangat positif sekali, namun masih ada beberapa orang siswa yang masih takut jika anaknya mengikuti PTM,” lanjut Basmin Mattayang.

Dikatakan, uji coba PTM terbatas diterapkan di Luwu berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, yakni Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama dan yang terbaru, surat Menteri Dalam Negeri.

“Terbaru surat keputusan Mendagri bahwa mulai 1 September 2021 sudah bisa dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka namun secara terbatas. Maksudnya terbatas, dari 30 murid atau siswa satu rombongan belajar maksimal dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas hanya 15 orang atau 50 persen,” kata Bupati Luwu.

Bupati Luwu melanjutkan, sekolah yang melakukan proses uji coba PTM ini apakah memenuhi syarat-syarat yang tertuang dalam Surat Keputusan Mendagri.

“Olehnya itu, saat ini kita turun melihat langsung ke sekolah-sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan. Jika sesuai ketentuan, memenuhi syarat-syarat tentu pemerintah dan Satgas Covid-19 termasuk pemerintah pusat akan memberikan izin dan memperpanjang proses pembelajaran di sekolah tersebut,” katanya.

“Namun jika sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka terbatas ini tidak memenuhi syarat atau standar yang ditentukan tentu akan kita tutup dan kembali melakukan pembelajaran sistem daring, karena ini prinsip,” lanjut Basmin Mattayang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Sulsel, mulai mengujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Rabu (1/9/2021). Puluhan sekolah tingkat SD dan SMP dijadikan sampel pelaksanaan ujicoba PTM di Luwu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu, Hasbullah Bin Mush, yang turut mendampingi Bupati Luwu dalam pemantauan tersebut menyebutkan, sebanyak 25 SD dan 25 SMP menjadi sampel untuk PTM Terbatas pada fase pertama di Luwu.

“Saat ini, sudah ada 70 SDN yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM Terbatas, namun untuk fase pertama masih 25 sekolah yang menjadi sampel,” terang Hasbullah.

Untuk diketahui, siswa yang mengikuti PTM terbagi dalam 2 sesi sehingga hanya 50% siswa setiap kelasnya. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 – 09.30 dan sesi kedua pada pukul 10.30 – 12.30. Jeda 30 menit antar sesi agar tidak terjadi kerumunan saat pertukaran sesi.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Luwu, dr. Rosnawary Basir, mengungkapkan siswa yang mengikuti PTM harus dipastikan dalam kondisi sehat dan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (mat)

 

ADVERTISEMENT