Pecundangi China, Indonesia Jadi ‘Raja’ Piala Thomas Sepanjang Masa

80
ADVERTISEMENT

AARHUS — Indonesia berhasil memastikan diri sebagai penguasa Piala Thomas sepanjang masa dengan 14 gelar. Rekor itu terukir setelah Indonesia keluar sebagai pemenang pada ajang itu, Minggu (18/10/2021).

Pada partai final, Indonesia mengalahkan China. Indonesia membutuhkan tiga partai untuk memastikan juara dan mengandaskan perlawanan Tiongkok dengan skor 3-0.

Kemenangan Indonesia diawali Anthony Sinisuka Ginting dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-16 atas Lu Guang Zu di partai pertama, Indonesia memperbesar keunggulan jadi 2-0 lewat kemenangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menumpas He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan dua gim langsung, 21-12 dan 21-19.

Jonatan Christie jadi penentu gelar Indonesia setelah menaklukkan Li Shi Feng lewat pertarungan sengit selama tiga gim, 21-14, 18-21, dan 21-14. Indonesia pun menuntaskan dahaga gelar yang sudah berlangsung selama hampir dua dekade di ajang ini.

ADVERTISEMENT

Sebelum ini, Indonesia terakhir menjuarai Piala Thomas pada 2002. Saat itu Indonesia yang masih diperkuat Taufik Hidayat, Hendrawan, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, dan Marleve Mainaky menang 3-2 atas Malaysia.

Hendrawan jadi penentu kemenangan usai mengalahkan Roslin Rashim tiga gim. Indonesia kala itu memang menguasai Piala Thomas karena gelar di Guangzhou tersebut adalah trofi keempat beruntun setelah 1996, 1998, dan 2000.

Pantas jika Indonesia jadi penguasai turnamen itu dengan 14 gelar, dengan yang pertama diraih pada 1958 di Singapura. Sayangnya, Indonesia memble di turnamen itu karena cuma dua kali jadi runner-up, pada 2010 karena kalah dari China dengan skor 0-3 dan pada 2016 kalah 2-3 dari Denmark.

Sementara di saat Indonesia menurun, China digdaya dengan torehan enam gelar dari delapan edisi sebelum ini. Selain Denmark pada 2016, Jepang menyelingi dominasi China lewat gelar pada 2014. (**)

Daftar pemenang Piala Thomas

Indonesia: 14 gelar (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020)
China: 10 gelar (1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018)
Malaysia: 5 gelar (1949, 1952, 1955, 1967, 1992)
Denmark: 1 (2016)
Jepang: 1 (2014)

ADVERTISEMENT