Pemiliknya Metik Cengkeh di Kebun, Rumah Warga Larompong Luwu Terbakar…. Kerugian Capai Rp200 Juta

142
Sebuah rumah di Desa Binturu, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu hangus terbakar. Insiden yang ditaksir menimbulkan kerugian Rp 200 juta ini diduga dipicu dari nyala kompor yang ditinggal penghuni rumah, Sabtu (20/8/2022).-- foto ist/detik.com--
ADVERTISEMENT

SEBUAH rumah di Desa Binturu, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, hangus terbakar. Insiden yang ditaksir menimbulkan kerugian Rp 200 juta ini diduga dipicu dari nyala kompor yang ditinggal penghuni rumah.

Komandan Regu (Danru) Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu, Masrul, menyebut, penyebab rumah tersebut terbakar akibat kelalaian pemiliknya. “Penyebabnya api dapur dibiarkan menyala, mungkin lagi masak ki dan pemiliknya pergi ke kebun,” kata Masrul.

ADVERTISEMENT

Insiden ini terjadi di Desa Binturu, Kecamatan Larompong, sekitar pukul 15.00 Wita. Rumah tersebut ditinggal dalam keadaan kosong oleh korban bersama keluarganya yang saat itu sedang berada di kebun untuk memetik cengkeh.

“Saat itu, rumah dalam keadaan kosong, sedangkan korban bersama suami dan anaknya berada di kebun untuk memetik cengkeh,” ucapnya.

Korban yang saat itu mendapat kabar rumahnya terbakar, bergegas pulang ke rumah untuk memastikan rumahnya yang telah habis terbakar. “Mendapat kabar bahwa rumahnya terbakar, lalu korban pulang dan melihat rumah panggung dari bahan kayu milik korban habis terbakar,” imbuhnya.

Masrul menuturkan, pihaknya mendapatkan informasi sesaat sebelum rumah tersebut terbakar, saksi sempat mendengar sebuah letusan mirip suara tembakan dari arah rumah korban.

“Saat saksi sedang duduk di rumahnya bersama anaknya tiba-tiba ia mendengar bunyi letusan seperti bunyi senjata orang menembak. Lalu saksi menyuruh anaknya masuk ke dalam rumah kemudian saksi menuju TKP untuk memastikan suara letusan tersebut, dan melihat rumah milik Hj. Nunni terbakar,” tuturnya.

Saksi tersebut lalu meminta bantuan orang sekampung untuk membantunya memadamkan api yang saat itu api sudah terlihat semakin membesar.

“Selanjutnya saksi keliling berteriak meminta tolong kepada warga di sekitar TKP namun api begitu cepat merambat hingga menghanguskan 1 (satu) unit rumah panggung milik korban,” terang Masrul.

Pihak pemadam kebakaran sendiri tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 15.30 Wita. Kobaran api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.00 Wita oleh petugas pemadam kebakaran.

“Tim dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan UPT 1 Wilayah Larompong Selatan langsung menuju alamat pelapor dan melakukan pendinginan, sekitar 30 menit,” imbuhnya.

Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Kendati begitu korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Kerugian materiil ditaksir sekitar kurang lebih Rp 200 juta, barang yang ikut terbakar, 1 unit sepeda motor, 20 gram emas, 3 karung cengke, 3 kayu ramuan rumah dan beberapa perabotan rumah tangga,” pungkasnya. (mat)

ADVERTISEMENT