Polisi Selidiki Dugaan Kepala dan Ekor Tikus Ditemukan dalam Mie Ayam di Palopo

1909
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Kepolisian dari Polsek Wara, Kota Palopo, Sulsel, menyelidiki kasus mie ayam yang viral di Kota Palopo, Kamis (19/8/2021).

Polisi turun tangan menyelidiki informasi viral mengenai adanya kepala hewan mirip tikus yang ditemukan dalam mie ayam yang dimakan salah seorang warga Palopo, saat membeli mie ayam di salah satu warung makan di Kota Palopo.

Termasuk video ekor tikus ditemukan dalam mie ayam yang dibeli salah seorang warga di warung makan yang sama. Video tersebut juga viral sehingga penyidik Reskrim Polsek Wara menyelidikinya.

Dinas Kesehatan Kota Palopo juga melakukan kunjungan ke warung mie ayam tersebut, setelah beritanya viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

Kadis Kesehatan Kota Palopo, Taufiq mengatakan, tim Dinas Kesehatan telah mendatangi warung mie ayam tersebut, di wilayah Kelurahan Dangerakko, dekat Jembatan Putih.

Saat meninjau warung mie ayam tersebut, urai Taufiq, tim Dinkes memantau kondisi dapur warung mie ayam tersebut, termasuk memeriksa bahan mie ayam jualan warung tersebut.

ADVERTISEMENT

“Tidak ditemukan adanya bahan olahan untuk mie ayam sejenis hewan tikus atau sejenis hewan lainnya,” jelas Taufiq.

Hanya saja, karena kondisi dapur warung mie ayam tersebut kurang bersih dan higienis, tim Dinas Kesehatan meminta pemiliknya agar rajin membersihkan dapurnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wara, Ipda Andi Akbar, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki informasi seputar mie ayam ditemukan bercampur kepala hewan mirip tikus dan ekor tikus.

“Masih diselidiki,” katanya.

Publik di Kota Palopo memang mendesak pihak Kepolisian dan instansi terkait turun tangan menyikapi kejadian viral ini.

Apalagi, foto dan video mie ayam diduga bercampur ekor tikus dan kepala tikus ini sudah viral dan jadi konsumsi publik karena beredar luas di media sosial.

Pemilik warung mie ayam tersebut membantah jika mie ayam jualannya dicampur hewan sejenis tikus.

Bahkan dia menangis mengaku bahwa dirinya selama ini mencari rejeki secara halal.

Sementara netizen yang menyaksikan video dan foto mie ayam ini, banyak menduga adanya persaingan usaha untuk menjatuhkan usaha mie ayam tersebut. Sebab, selama ini usaha mie ayam ini sangat ramai dan harga murah.

“Sebaiknya polisi dan instansi terkait turun tangan menyikapi masalah ini supaya tidak ada fitnah,” kata H.Kemal Eden Malinta, salah seorang pengusaha di Kota Palopo.

Apapun hasil penyelidikan polisi, kata dia, harus disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Eden berpendapat, dalam kejadian yang viral ini bisa saja ada unsur sabotase karena persaingan usaha atau unsur lain, Ataupun ada unsur tidak sengaja atau lalai dari pemilik usaha mie ayam itu, termasuk bisa juga ada unsur sengaja.

“Makanya, polisi harus turun tangan supaya publik tidak gaduh, termasuk tidak ada pihak dirugikan,” katanya. (*)

 

 

ADVERTISEMENT