Sempat Diamankan, 14 Demonstran di Palopo Dipulangkan Polisi

221
ADVERTISEMENT

PALOPO – 14 orang demonstran yang diamankan Polres Palopo telah dikembalikan ke orang tua mereka masing-masing. 12 demonstran adalah siswa menengah atas, sementara dua lainnya adalah mahasiswa. Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf kepada Koran SeruYA, Selasa (1/10/2019) siang.

Perwira tiga balok di pundak itu mengatakan, demonstran yang didominasi siswa menengah atas itu diberikan pembinaan dan pemanggilan kepada orang tua mereka. “12 masih berstatus pelajar. Sedang dua orang lainnya merupakan mahasiswa. Kami juga memberikan surat pernyataan kepada pelajar untuk tidak lagi melakukan hal serupa,” jelas Kasat Reskrim.

ADVERTISEMENT

Untuk mengantisipasi terlibatnya siswa menengah atas dalam aksi anarkis dikemudian hari, Polsek Wara Utara mendatangi sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukumnya. Kapolsek Wara Utara, Ipda Patobun memberikan pengarahan kepada para siswa untuk tidak ikut dalam demo yang dilakukan para mahasiswa.

“Kami melakukan pencegahan dengan mendatangi sekolah-sekolah agar siswa tidak lagi ikut dalam aksi demonstrasi. Selain membahayakan bagi para siswa, mereka juga tidak paham yang mahasiswa suarakan,” ungkap Ipda Patobun.

ADVERTISEMENT

Diketahui Mahasiswa se­Kota Palopo menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Palopo, Senin (30/9/2019). Mereka menuntut agar Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dan Menkopolhukam, Wiranto dicopot dari jabatannya. Hanya saja, demo yang juga diikuti siswa menengah itu berakhir ricuh.

“Saat terjadi kericuhan, kami hanya bertahan agar gedung DPRD Palopo tak dirusak massa. Beberapa kali kami juga diprovokasi massa. Bahkan, kawat barier yang terpasang di depan gedung DPRD berusaha untuk dirusak. Kami mencoba merusak konsentrasi massa dengan menembakkan gas air mata ke arah mereka,” jelas Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah. (liq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT