PALOPO–Siswa SMPN 1 Palopo, Sulawesi Selatan, mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui kegiatan praktik membuat roket air. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk membantu siswa memahami konsep tekanan udara dan hukum Newton melalui eksperimen sederhana.
Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan sejumlah bahan yang mudah ditemukan, seperti botol air bekas, kardus, kertas karton atau kalender bekas, selotip, lem tembak, serta pentil.
Siswa kelas IX Bernoulli, Muhammad Fadhil Abyan, bersama rekannya, Alvin Jovan Gea, menjelaskan proses pembuatan roket air tersebut. Menurut mereka, langkah pertama dilakukan dengan memotong kardus menjadi beberapa bagian berbentuk segitiga yang kemudian ditempelkan pada bagian ujung botol sebagai sirip roket.
Selanjutnya, mereka membuat bagian kepala roket menggunakan kertas karton atau kalender bekas dan memasangnya pada bagian ujung botol. Pada bagian tutup botol, dibuat lubang untuk memasang pentil yang kemudian direkatkan menggunakan lem tembak agar tidak terjadi kebocoran udara.

Untuk menggunakan roket air, botol terlebih dahulu diisi air sekitar seperempat bagian. Setelah itu, botol ditutup menggunakan tutup yang telah dipasangi pentil. Udara kemudian dipompa ke dalam botol menggunakan pompa hingga tekanan dirasa cukup.
“Ketika roket dilepaskan, tekanan udara di dalam botol mendorong air keluar dengan kuat sehingga menghasilkan gaya dorong yang membuat roket meluncur ke udara,” jelas Fadhil Abyan.
Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana konsep tekanan udara bekerja dalam sebuah percobaan.

Guru IPA SMPN 1 Palopo, Wahyudin Wahid, mengatakan bahwa kegiatan tersebut mengaitkan beberapa konsep dalam pembelajaran IPA, khususnya mengenai tekanan udara serta Hukum Newton III tentang aksi dan reaksi. Menurutnya, kegiatan praktik roket air tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Wahyudin berharap pembelajaran sains yang biasanya lebih banyak dilakukan di dalam kelas dapat sesekali dilaksanakan di luar ruangan. Dengan demikian, siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung sekaligus menikmati proses pembelajaran dengan lebih gembira dan nyaman.
“Kegiatan pembuatan roket air ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik di SMPN 1 Palopo, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan teori IPA dengan fenomena yang dapat mereka amati secara langsung,” katanya. (putri)

