PALOPO–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Palopo, Sulawesi Selatan, mulai mengimplementasikan program Pendidik Sebaya Antinarkotika sebagai upaya meningkatkan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo yang tahun ini menyasar 15 sekolah. SMP Negeri 1 Palopo menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan pendampingan melalui program tersebut.

Penyuluh Narkoba BNN Kota Palopo, Ikes Dwiastuti, bersama Asisten Konselor, Andi Ainun Jariah, melakukan kunjungan pemantauan dan pendampingan untuk mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk rencana tindak lanjut yang telah disusun oleh peserta pelatihan.

Sebelumnya, dua siswa perwakilan SMPN 1 Palopo telah mengikuti pelatihan Pendidik Sebaya Antinarkotika selama tiga hari. Setelah pelatihan, keduanya diwajibkan melakukan pengimbasan atau sosialisasi kepada sedikitnya 30 teman sebaya untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Palopo, Sulawesi Selatan, mulai mengimplementasikan program Pendidik Sebaya Antinarkotika sebagai upaya meningkatkan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Ikes Dwiastuti menjelaskan, pendidik sebaya diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyampaikan informasi pencegahan narkoba kepada kalangan remaja. Menurutnya, pendekatan antarteman dinilai efektif karena anak-anak dan remaja cenderung lebih mudah terbuka kepada teman sebaya dibandingkan kepada orang dewasa.

Sementara itu, Pendamping Pendidik Sebaya SMPN 1 Palopo, Irmawati, mengatakan sejumlah program telah mulai dilaksanakan, di antaranya penyuluhan dan pembuatan majalah dinding (mading).

Sosialisasi juga telah dilakukan kepada siswa kelas VII dan VIII di Laboratorium IPA pada hari Kamis saat jam istirahat, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Ia menambahkan, masih terdapat beberapa program lanjutan yang tengah dipersiapkan untuk dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Irmawati berharap keberadaan pendidik sebaya dapat membantu meminimalkan berbagai permasalahan yang terjadi antarsiswa. Melalui pendekatan teman sebaya, siswa diharapkan lebih berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi serta mendapatkan informasi dan edukasi yang tepat.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Palopo, Sulawesi Selatan, mulai mengimplementasikan program Pendidik Sebaya Antinarkotika sebagai upaya meningkatkan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 1 Palopo, Suriadi Rahmat, berharap program Pendidik Sebaya Antinarkotika dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran siswa terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia juga berharap siswa yang telah mengikuti pelatihan mampu menjadi teladan sekaligus mengajak teman-temannya menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi narkotika.

Menurutnya, edukasi melalui teman sebaya merupakan pendekatan positif untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka di kalangan siswa. Dengan dukungan pihak sekolah, guru, dan BNN Kota Palopo, program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.

Melalui program ini, BNN Kota Palopo berharap para pendidik sebaya mampu menjadi agen pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. Upaya tersebut sekaligus mendukung visi Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas dari narkoba. (putri)